Pertanyaan :
1. Analisa pernyataan Rita terakhir, "Kami sesungguhnya tidak berkomunikasi secara baik". Apa status komunikasi atasan - bawahan dalam peristiwa ini? Katz dan Khan telah mengidentifikasikan lima tujuan proses atasan - bawahan. Sebutkan tujuan atau maksud proses tersebut yang diabaikan dalam kasus ini !
2.Apakah ada implikasi - implikasi dalam peristiwa (kejadian) ini untuk komunikasi atasan - bawahan dan untuk komunikasi interaktif ?
3. Apa hambatan - hambatan terhadap komunikasi efektif dalam kasus ini ?
Jawab :
1.Status komunikasi dalam kasus ini adalah pemikiran yang setia pada pekerjaannya.
Tujuan proses yang diabaikan dalam kasus ini adalah :
* tidak berkomunikasi dengan baik
* atasan tidak pernah memberi tahukan hal pekerjaannya
* atasan tidak mengetahui kemampuan gagasan cara bawahannya bekerja
* tidak dapat mengetahui keberhasilan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan dan pencapaian produktivitas kerja yang optimal
* tidak dapat mengetahui hasil kerja dari pegawainya.
2.Dalam kasus ini tidak ada implikasinya, karena dalam kasus ini terdapat komunikasi yang kurang baik antara atasan - bawahannya.
3.* komunikasi atasan - bawahan yang kurang efektif
* atasan yang tidak pernah memperhatikan pekerjaan bawahannya
* komunikasi horisontal, komunikasi yang terjadi antarpekerja dalam tingkatan struktur yang sama, biasanya berbentuk gosip, selentingan
* komunikasi nonformal, bisa diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan di luar bentuk formal semacam rapat.
Hidup ini adalah sebuah diary. Terserah mau menulis apa ke dalam diarimu. Menangis, tertawa, amarah. Apa saja.
Rabu, 12 Mei 2010
Selasa, 27 April 2010
Tugas Softskill 8
Pertanyaan :
1). jelaskan mengapa pendelegasian wewenang merupakan kunci dari organisasi ?
2). Mengapa atasan tidak mau mendelegasikan wewenang kepada bawahnya dan mengapa pula bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasannya ?
3). Mengapa taggung jawab tidak dapat didelegasikan ? Jelaskan ?
4). Menurut Sumbernya kekekuasaan itu terbagi 6 ? Sebutkan dan jelaskan ?
JAWAB :
1) agar bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi tersebut.
2) A). Atasan tidak mendelegasikan :
- Adanya kecenderungan pada manusia untuk ingin melaksanakan hal-hal tertentu secara pribadi.
- Perasaan takut untuk di publikasikan atau Ekspose.
- Sikap atau pandangan bahwa pihak bawahan tidak mampu menggunakan wewenang dengan tepat.
B). bawahan tidak mau menerima Delegasi :
- Keengganan untuk menanggung risiko
- adanya rasa takut setelah delegasi tidak sesuai apa yang diharapkan.
3) setiap deleget yang telah menerima wewenang, tetap harus mempertanggungjawabkannya kepada delegator, penanggung jawab terakhir tetap berada di tangan delegator.
4)a). Reward Power
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya
b). Coercive Power
Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power
c). Legitimate Power
Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu
d). Expert Power
Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang
e). Referent Power
kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut
1). jelaskan mengapa pendelegasian wewenang merupakan kunci dari organisasi ?
2). Mengapa atasan tidak mau mendelegasikan wewenang kepada bawahnya dan mengapa pula bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasannya ?
3). Mengapa taggung jawab tidak dapat didelegasikan ? Jelaskan ?
4). Menurut Sumbernya kekekuasaan itu terbagi 6 ? Sebutkan dan jelaskan ?
JAWAB :
1) agar bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi tersebut.
2) A). Atasan tidak mendelegasikan :
- Adanya kecenderungan pada manusia untuk ingin melaksanakan hal-hal tertentu secara pribadi.
- Perasaan takut untuk di publikasikan atau Ekspose.
- Sikap atau pandangan bahwa pihak bawahan tidak mampu menggunakan wewenang dengan tepat.
B). bawahan tidak mau menerima Delegasi :
- Keengganan untuk menanggung risiko
- adanya rasa takut setelah delegasi tidak sesuai apa yang diharapkan.
3) setiap deleget yang telah menerima wewenang, tetap harus mempertanggungjawabkannya kepada delegator, penanggung jawab terakhir tetap berada di tangan delegator.
4)a). Reward Power
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya
b). Coercive Power
Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power
c). Legitimate Power
Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu
d). Expert Power
Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang
e). Referent Power
kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut
Rabu, 21 April 2010
Kesankan Yang Baik Kepada Orang Lain
Tulisan ini merupakan renungan yang cukup lama dan berada diantara sadar dan tidak,percaya dan tidak,senang dan tidak senang.Renungan yang terilhami oleh substansi sabda Rasulullah s.a.w yang realistis dan mengagumkan,yaitu bahwa kesan orang kepada kita adalah kita sendiri yang menentukannya.
Sadar,karena merupakan fakta tak terbantahkan.Tidak sadar karena sering terbawa emosi sehingga mengabaikannya.Senang,karena menghasilkan kesuksesan menggembirakan.Tidak senang,karena ketidakmampuan mengolah ‘senjata’ ampuh ini.Konkritnya,Si Polan misalnya setiap bertemu dengan anda cemberut.Di kantor,di supermarket,di jalan bahkan di tempat pestapun cemberut,berarti Si Polan telah membuat cetakan dalam benak anda,bahwa setiap orang cemberut pasti akan mengingatkan anda kepada Si Polan.Begitu sebaliknya,ketika Si Polan setiap bertemu anda tersenyum,berarti telah membuat cetakan yang akan mengingatkan anda kepadanya setiap kali anda melihat orang tersenyum.
Realita ini nyaris tidak disadari banyak orang kecuali sedikit dari mereka yang menggeluti sikologi komunikasi.Hampir semua orang memahami,bahwa tabiat manusia lebih senang kepada senyum daripada cemberut.Lebih senang dipuji daripada direndahkan.Namun banyak yang kurang menyadarinya sehingga lebih sering terbawa emosi,dan cemberut setiap kali mendapatkan atau menghadapi sesuatu yang tidak disukainya.Mereka lupa bahwa senyum kita,meski lebih disukai banyak orang,namun belum tentu menyenangkan setiap orang.
Satu hal tak terbantahkan dan hendaknya menjadi renungan,bahwa cemberut tidak kita senangi.Jalan Macet dan kendaraan jalannya tersendat lalu anda menggerutu,mengumpat menyesali dan seribu satu emosi anda ungkapkan.
Percaya,ketidaknyamanan yang anda rasakan tidak melebihi ketidaknyamanan orang lain,dan kenyamanan yang dirasa oleh orang lain juga tidak melebihi kenyamanan yang anda rasakan.Setiap orang merasakan sesuatu yang akan dinilainya berbeda dengan pernilaian orang lain.Orang yang menganggap sebagai yang tidak nyaman,karena ia beratensi dan memikirkannya.Begitu sebaliknya,yang menganggap sebagai sesuatu yang nyaman karena ia menikmatinya.
Teringat akan outobiography seorang Immanuel Kant,filosof dari jerman.Syaikh Ali Thanthawiy—rahimathullah—menuturkan dalam karyanya “Shuwar wa khawatir” sebagai berikut : Immanuel bertetangga dengan seorang yang memiliki ayam jago.Entah sengaja atau secara kebetulan,ayam jago itu di tempatkan di lantai atas,tepat bersebrangan dengan ruang kerja Immanuel Kant.Setiap kali akan memulai bekerja,ayam jago itu berkokok sehingga dirasa mengganggu konsentrasinya.
Emmanuel Kant mencari akal mengatasinya.Ia pun kemudian memanggil pelayannya,seraya mengatakan :”Aku merasa terganggu oleh suara ayam jago tetangga setiap kali aku akan bekerja.Cobalah engkau ke tetangga,katakan kepadanya berapa harga ayam jagonya dan kita beli,kemudian engkau masak dan kita makan bersama.Aku akan mengundang beberapa kawan untuk dating dan makan bersama kita.Mudah-mudahan aku akan lebih baik dalam berkonsentrasi.”
Pelayan kemudian melaksanakan perintah sang majikan.Ketika tetangga pemilik ayam jago mengatakan tidak akan menjualnya,pelayan kemudian berinisiatip pergi ke pasar dan membeli seekor ayam jago sebagai pengganti.Usai masak,ketika menghidangkan sang pelayan mengatakan kepada majikannya : “Tuan,tadi saya sudah ke tetangga dan menyampaikan niat untuk membeli ayam jagonya,namun tetangga tidak menjualnya.Saya berpikir tuan ingin makan daging ayam,jadi saya pergi ke pasar dan membeli ayam jago,dan inilah hasil masakannya.”
Saat tengah menyantap masakan yang terhidang,ayam jago itu terus berkokok dengan lengkingan suaranya yang keras.
Yang terbaca dengan jelas,Emmanuel Kant dirundung rasa tidak nyaman oleh lengkingan suara ayam jago.Sebenarnya,yang membuat tidak nyaman adalah dirinya sendiri,bukan lengkingan suara ayam jago.Kalau dia berusaha untuk menghilangkan lengkingan suara ayam jago dengan menyembelihnya,maka akan muncul seribu satu suara ayam jago yang lain.Sebab dunia ini penuh dengan ayam jago,alias tidak hanya satu ekor saja.Kalaupun dapat menghentikan lengkingan suara ayam jago tetangga,maka akan muncul lengkingan suara ayam jago lainnya.Kalaupun kita tidak mampu menghilangkan ayam jago dari muka bumi,mengapa kita tidak hilangkan saja dari benak kita ? Kalau kita tidak dapat menyumbat mulut ayam jago yang terus berkokok,mengapa tidak kita menyumbat saja telinga kita ? Kalau kita tidak mampu membuat segala yang ada sesuai dengan keinginan kita,mengapa tidak kita sesuaikan keinginan kita dengan realita yang ada atau menghindar darinya ? Betapa bijaknya kata-kata mutiara yang terlantun seperti ini : “Jika waktu tak memberimu apa yang kamu harapkan , maka jangan memusuhinya.”
Analog dengan hal itu,siapa saja tidak akan pernah lapang dada menghadapi sesuatu yang menjengkelkan,selama dalam benaknya terus memikirkan siapa yang menyakitinya.Selamanya orang atau kelompok tidak akan pernah bersatu,selama yang dipikirkan adalah perbedaan demi menjaga “Kepentingan”. Dari sini Nampak jelas bahwa ketika seseorang diremehkan,dihina,atau dicaci maki hingga merasa “Sakit Hati” kepada yang menghina , sebenarnya yang sakit adalah pikirannya dan bukan hatinya.Mengapa ? Karena ia memikirkannya.
Betapa banyak orang yang terkecoh dalam upaya mendapatkan kebahagiaan. Mencarinya pada tempat yang jauh,padahal ia sangat dekat. Ia ada di tangan kita,namun mencarinya pada orang lain. Berusaha menghindar dari kesalahan,justru melakukan kesalahan dan bahkan dosa-dosa lain. Lebih dari itu, tidak sedikit yang melakukan kesalahan,dengan alasan yang lebih buruk dari perbuatannya. Menghadapi masalah kecil,melakukan masalah yang lebih besar. Sumpek menghadapi keadaan , memeras otak mencari pelampiasan yang tidak karuan. Hadapi setiap masalah pada batasnya.Hadapi ‘ Kenegatifan ‘dalam benak dengan mengalihkan kepada ‘ Kepositifan ‘ pikiran dan tindakan.
Di sini terlihat betapa pentingnya kita harus memanage emosi ,mengendalikannya secara rapi dan teratur, meski menghadapi kenyataan yang kurang menyenangkan.Secara khusus bila kita bekerja di bawah sebuah manajemen yang di dalamnya terdapat seribu satu tipikal manusia dan emosinya yang beragam yang tidak kecil kemungkinan bermunculan ejekan,apakah terhadap hasil kerja atau bahkan mengejek bentuk fisik.Tidak perlu memaksakan kehendak,tidak pula merasa ‘dirinya’ yang terbaik, dan jangan sekali-kali meremehkan pendapat orang lain apalagi merendahkannya.
Realita seperti ini mengingatkan kita bagaimana baginda Rasulullah s.a.w mengajari para sahabat untuk mengesankan kepositifan dari pada kenegatifan, mengedepankan pujian (tidak berlebihan dan bukan untuk mencari muka) dari pada penghinaan dan menampakkan kebaikan kepada orang lain daripada keburukan.
Secara umum,manusia menyukai orang yang memberi perhatian terhadap orang lain.Namun sangat disayangkan , sarana efektif , mudah dan murah untuk mengambil hati ini sering diplesetkan dan disalahartikan. Kebiasaan umum member perhatian hanya kepada pejabat,orang-orang terhormat,sukses,kaya,berilmu atau yang memberikan keuntungan material saja,bertentangan dengan tuntunan Rasulullah s.a.w.
Fakta lain yang tak terbantahkan , manusia lebih menyukai orang yang mau membantu menyelesaikan problem atau masalah yang tengah dihadapinya.Secara umum, mereka tidak membutuhkan kata-kata “Kamu seharusnya bagini, kamu seharusnya begitu, dan mengetahui hal ini.”dan seterusnya .Hal seperti ini tidaklah penting.Yang penting adalah bagaimana membantu meringankan mereka, secara khusus yang berkenaan dengan materi.
“Gembirakan dengan kata-kata kalau tak mampu menggembirakan keadaan.” Benar,bahwa mengesankan yang baik kepada orang lain demi kebaikan adalah salah satu kunci keberhasilan Rasulullah s.a.w membangun masyarakat, bangsa dan Negara dalam kurun waktu relative singkat, disamping penegakan hukum dan aturan yang tegas.Beliau s.a.w tidak akan pernah memaafkan apapun bentuk kesalahan social yang dilakukan oleh siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun,namun selalu memaafkan kesalahan yang bersifat pribadi. Apapun bentuk kesakitan yang ditimpakan kepada beliau s.a.w dan oleh siapapun,selalu dimaafkannya selama tidak melanggar hukum-hukum Allah s.w.t atau hal-hal yang bersifat dosa.
Jika saja para pegawai khususnya pegawai pemerintah tahu dan menyadari bahwa puncak interaksi dengan masyarakat adalah ketika mereka bekerja demi membantu menyelesaikan berbagai hajat manusia,maka niscaya mereka akan meraih hal tertinggi dalam berinteraksi. Andaikan semua orang paham dan memahami ajaran Islam dan mau melaksanakannya, maka pasti akan lahir masyarakat yang penuh keteladanan , yang klimaknya adalah merealisasikan syariat Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam , dan inilah yang kita harapkan.
Sadar,karena merupakan fakta tak terbantahkan.Tidak sadar karena sering terbawa emosi sehingga mengabaikannya.Senang,karena menghasilkan kesuksesan menggembirakan.Tidak senang,karena ketidakmampuan mengolah ‘senjata’ ampuh ini.Konkritnya,Si Polan misalnya setiap bertemu dengan anda cemberut.Di kantor,di supermarket,di jalan bahkan di tempat pestapun cemberut,berarti Si Polan telah membuat cetakan dalam benak anda,bahwa setiap orang cemberut pasti akan mengingatkan anda kepada Si Polan.Begitu sebaliknya,ketika Si Polan setiap bertemu anda tersenyum,berarti telah membuat cetakan yang akan mengingatkan anda kepadanya setiap kali anda melihat orang tersenyum.
Realita ini nyaris tidak disadari banyak orang kecuali sedikit dari mereka yang menggeluti sikologi komunikasi.Hampir semua orang memahami,bahwa tabiat manusia lebih senang kepada senyum daripada cemberut.Lebih senang dipuji daripada direndahkan.Namun banyak yang kurang menyadarinya sehingga lebih sering terbawa emosi,dan cemberut setiap kali mendapatkan atau menghadapi sesuatu yang tidak disukainya.Mereka lupa bahwa senyum kita,meski lebih disukai banyak orang,namun belum tentu menyenangkan setiap orang.
Satu hal tak terbantahkan dan hendaknya menjadi renungan,bahwa cemberut tidak kita senangi.Jalan Macet dan kendaraan jalannya tersendat lalu anda menggerutu,mengumpat menyesali dan seribu satu emosi anda ungkapkan.
Percaya,ketidaknyamanan yang anda rasakan tidak melebihi ketidaknyamanan orang lain,dan kenyamanan yang dirasa oleh orang lain juga tidak melebihi kenyamanan yang anda rasakan.Setiap orang merasakan sesuatu yang akan dinilainya berbeda dengan pernilaian orang lain.Orang yang menganggap sebagai yang tidak nyaman,karena ia beratensi dan memikirkannya.Begitu sebaliknya,yang menganggap sebagai sesuatu yang nyaman karena ia menikmatinya.
Teringat akan outobiography seorang Immanuel Kant,filosof dari jerman.Syaikh Ali Thanthawiy—rahimathullah—menuturkan dalam karyanya “Shuwar wa khawatir” sebagai berikut : Immanuel bertetangga dengan seorang yang memiliki ayam jago.Entah sengaja atau secara kebetulan,ayam jago itu di tempatkan di lantai atas,tepat bersebrangan dengan ruang kerja Immanuel Kant.Setiap kali akan memulai bekerja,ayam jago itu berkokok sehingga dirasa mengganggu konsentrasinya.
Emmanuel Kant mencari akal mengatasinya.Ia pun kemudian memanggil pelayannya,seraya mengatakan :”Aku merasa terganggu oleh suara ayam jago tetangga setiap kali aku akan bekerja.Cobalah engkau ke tetangga,katakan kepadanya berapa harga ayam jagonya dan kita beli,kemudian engkau masak dan kita makan bersama.Aku akan mengundang beberapa kawan untuk dating dan makan bersama kita.Mudah-mudahan aku akan lebih baik dalam berkonsentrasi.”
Pelayan kemudian melaksanakan perintah sang majikan.Ketika tetangga pemilik ayam jago mengatakan tidak akan menjualnya,pelayan kemudian berinisiatip pergi ke pasar dan membeli seekor ayam jago sebagai pengganti.Usai masak,ketika menghidangkan sang pelayan mengatakan kepada majikannya : “Tuan,tadi saya sudah ke tetangga dan menyampaikan niat untuk membeli ayam jagonya,namun tetangga tidak menjualnya.Saya berpikir tuan ingin makan daging ayam,jadi saya pergi ke pasar dan membeli ayam jago,dan inilah hasil masakannya.”
Saat tengah menyantap masakan yang terhidang,ayam jago itu terus berkokok dengan lengkingan suaranya yang keras.
Yang terbaca dengan jelas,Emmanuel Kant dirundung rasa tidak nyaman oleh lengkingan suara ayam jago.Sebenarnya,yang membuat tidak nyaman adalah dirinya sendiri,bukan lengkingan suara ayam jago.Kalau dia berusaha untuk menghilangkan lengkingan suara ayam jago dengan menyembelihnya,maka akan muncul seribu satu suara ayam jago yang lain.Sebab dunia ini penuh dengan ayam jago,alias tidak hanya satu ekor saja.Kalaupun dapat menghentikan lengkingan suara ayam jago tetangga,maka akan muncul lengkingan suara ayam jago lainnya.Kalaupun kita tidak mampu menghilangkan ayam jago dari muka bumi,mengapa kita tidak hilangkan saja dari benak kita ? Kalau kita tidak dapat menyumbat mulut ayam jago yang terus berkokok,mengapa tidak kita menyumbat saja telinga kita ? Kalau kita tidak mampu membuat segala yang ada sesuai dengan keinginan kita,mengapa tidak kita sesuaikan keinginan kita dengan realita yang ada atau menghindar darinya ? Betapa bijaknya kata-kata mutiara yang terlantun seperti ini : “Jika waktu tak memberimu apa yang kamu harapkan , maka jangan memusuhinya.”
Analog dengan hal itu,siapa saja tidak akan pernah lapang dada menghadapi sesuatu yang menjengkelkan,selama dalam benaknya terus memikirkan siapa yang menyakitinya.Selamanya orang atau kelompok tidak akan pernah bersatu,selama yang dipikirkan adalah perbedaan demi menjaga “Kepentingan”. Dari sini Nampak jelas bahwa ketika seseorang diremehkan,dihina,atau dicaci maki hingga merasa “Sakit Hati” kepada yang menghina , sebenarnya yang sakit adalah pikirannya dan bukan hatinya.Mengapa ? Karena ia memikirkannya.
Betapa banyak orang yang terkecoh dalam upaya mendapatkan kebahagiaan. Mencarinya pada tempat yang jauh,padahal ia sangat dekat. Ia ada di tangan kita,namun mencarinya pada orang lain. Berusaha menghindar dari kesalahan,justru melakukan kesalahan dan bahkan dosa-dosa lain. Lebih dari itu, tidak sedikit yang melakukan kesalahan,dengan alasan yang lebih buruk dari perbuatannya. Menghadapi masalah kecil,melakukan masalah yang lebih besar. Sumpek menghadapi keadaan , memeras otak mencari pelampiasan yang tidak karuan. Hadapi setiap masalah pada batasnya.Hadapi ‘ Kenegatifan ‘dalam benak dengan mengalihkan kepada ‘ Kepositifan ‘ pikiran dan tindakan.
Di sini terlihat betapa pentingnya kita harus memanage emosi ,mengendalikannya secara rapi dan teratur, meski menghadapi kenyataan yang kurang menyenangkan.Secara khusus bila kita bekerja di bawah sebuah manajemen yang di dalamnya terdapat seribu satu tipikal manusia dan emosinya yang beragam yang tidak kecil kemungkinan bermunculan ejekan,apakah terhadap hasil kerja atau bahkan mengejek bentuk fisik.Tidak perlu memaksakan kehendak,tidak pula merasa ‘dirinya’ yang terbaik, dan jangan sekali-kali meremehkan pendapat orang lain apalagi merendahkannya.
Realita seperti ini mengingatkan kita bagaimana baginda Rasulullah s.a.w mengajari para sahabat untuk mengesankan kepositifan dari pada kenegatifan, mengedepankan pujian (tidak berlebihan dan bukan untuk mencari muka) dari pada penghinaan dan menampakkan kebaikan kepada orang lain daripada keburukan.
Secara umum,manusia menyukai orang yang memberi perhatian terhadap orang lain.Namun sangat disayangkan , sarana efektif , mudah dan murah untuk mengambil hati ini sering diplesetkan dan disalahartikan. Kebiasaan umum member perhatian hanya kepada pejabat,orang-orang terhormat,sukses,kaya,berilmu atau yang memberikan keuntungan material saja,bertentangan dengan tuntunan Rasulullah s.a.w.
Fakta lain yang tak terbantahkan , manusia lebih menyukai orang yang mau membantu menyelesaikan problem atau masalah yang tengah dihadapinya.Secara umum, mereka tidak membutuhkan kata-kata “Kamu seharusnya bagini, kamu seharusnya begitu, dan mengetahui hal ini.”dan seterusnya .Hal seperti ini tidaklah penting.Yang penting adalah bagaimana membantu meringankan mereka, secara khusus yang berkenaan dengan materi.
“Gembirakan dengan kata-kata kalau tak mampu menggembirakan keadaan.” Benar,bahwa mengesankan yang baik kepada orang lain demi kebaikan adalah salah satu kunci keberhasilan Rasulullah s.a.w membangun masyarakat, bangsa dan Negara dalam kurun waktu relative singkat, disamping penegakan hukum dan aturan yang tegas.Beliau s.a.w tidak akan pernah memaafkan apapun bentuk kesalahan social yang dilakukan oleh siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun,namun selalu memaafkan kesalahan yang bersifat pribadi. Apapun bentuk kesakitan yang ditimpakan kepada beliau s.a.w dan oleh siapapun,selalu dimaafkannya selama tidak melanggar hukum-hukum Allah s.w.t atau hal-hal yang bersifat dosa.
Jika saja para pegawai khususnya pegawai pemerintah tahu dan menyadari bahwa puncak interaksi dengan masyarakat adalah ketika mereka bekerja demi membantu menyelesaikan berbagai hajat manusia,maka niscaya mereka akan meraih hal tertinggi dalam berinteraksi. Andaikan semua orang paham dan memahami ajaran Islam dan mau melaksanakannya, maka pasti akan lahir masyarakat yang penuh keteladanan , yang klimaknya adalah merealisasikan syariat Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam , dan inilah yang kita harapkan.
Ucapkanlah Terima Kasih

Kita semua senang bila orang menghargai kita dan pekerjaan yang kita lakukan. Di banyak kantor, kita sering melihat orang-orang memamerkan kartu ucapan terima kasih dari pimpinan mereka, sepucuk surat khusus dari konsumen, atau selembar sertifikat penghargaan (yang mungkin umurnya sudah sangat tua). Hargailah pekerjaan!
Ucapkan terima kasih pada anggota tim anda. Berikan penghargaan atas keberhasilan dan prestasi mereka. Sampaikan terima kasih bila mereka berhasil melakukan kemajuan. Anda bisa melakukannya secara empat mata, secara terbuka, dalam bentuk tertulis, atau dengan cara-cara yang begitu kreatif. Orang-orang yang hasil kerjanya dihargai kemungkinan besar hasil kerjanya akan semakin baik juga.
Memperlihatkan sikap menghargai berarti menunjukkan apa yang anda inginkan dan apa yang menurut anda penting dilakukan. Tanpa umpan balik semacam itu, karyawan anda mungkin akan keliru menafsirkan apa yang bisa diterima atau dinilai tinggi.
Riset menunjukkan bahwa manusia haus akan penghargaan. Jika menerima pujian tulus atau apa yang berhasil dilakukan dengan baik, mereka tidak hanya merasa dihargai secara batiniah, tetapi juga membuahkan kebanggan tersendiri di kalangan keluarga dan teman-temannya. Hal ini akan meningkatkan penghargaan mereka pada anda sebagai pemimpin. Siklus itu lalu akan terus-menerus mempertahankan semangat. Sekali suatu tingkat penghargaan atas prestasi diberikan, karyawan akan bertindak dan berusaha mempertahankan citra yang telah berhasil mereka ciptakan. (RFM4)
- Kapankah Anda terakhir kali mengucapkan terima kasih pada seseorang dalam jajaran staff Anda?
- Kapankah Anda terakhir kali memuji seseorang dengan tulus atas keberhasilannya menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik?
- Hari ini siapakah yang menurut Anda harus mendapat pujian?
Hidup Adalah Anugerah
Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Dikirim oleh Karel Mandey
Dengan pengeditan seperlunya
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Dikirim oleh Karel Mandey
Dengan pengeditan seperlunya
10 Kualitas Pribadi yang Disukai
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung
Keajaiban Bersyukur
Hidup ini mudah jika kita terbuka. Terbuka melihat hal-hal kecil di sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas takdir-Nya yang indah untuk kita. Itulah Bersyukur…
Dengan bersyukur, ibarat kata punya uang seribu saja kita merasa kaya. Selain itu, bersyukur merupakan obat ampuh untuk mengobati sifat iri. Yup..sifat dimana kita merasa cemburu ketika orang lain bahagia, sifat yang menunjukkan kalau kita tidak punya sesuatu yang bisa kita banggakan atau bahkan sifat yang bisa menghambat kehidupan kita. Tidaklah sulit untuk melakukan ini. Hanya perlu kepekaan terhadap apa yang telah kita miliki dan peka terhadap sekitar kita.
Akhirnya, Anda akan merasakan keindahan hidup seperti orang dan nyanyian katakan. Inilah keajaiban bersyukur..
Dengan bersyukur, ibarat kata punya uang seribu saja kita merasa kaya. Selain itu, bersyukur merupakan obat ampuh untuk mengobati sifat iri. Yup..sifat dimana kita merasa cemburu ketika orang lain bahagia, sifat yang menunjukkan kalau kita tidak punya sesuatu yang bisa kita banggakan atau bahkan sifat yang bisa menghambat kehidupan kita. Tidaklah sulit untuk melakukan ini. Hanya perlu kepekaan terhadap apa yang telah kita miliki dan peka terhadap sekitar kita.
Akhirnya, Anda akan merasakan keindahan hidup seperti orang dan nyanyian katakan. Inilah keajaiban bersyukur..
Langganan:
Postingan (Atom)