Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa
memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia
hanya tau, di mata dia, kamulah satu satunya.
Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu
membuatmu marah / gila / jengkel / stres. Tp ia
tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan,
karna semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.
Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu,
tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik,
hanya ia yg tau. Seseorang yg mencintai kamu,
akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk
membalas pesannya atau telp nya, karna ia peduli
dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.
Seseorang yg mencintai kamu, hanya
menjatuhkan air matanya di hadapanmu. Ketika
kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu
telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu
berdegup / berdenyut / bergetar utk kamu.
Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat
setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yg tdk
sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu
tepat waktunya.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan
memberikan janji apapun dgn mudah, karna ia tdk
mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk
mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup
yg paling bahagia dan aman selama lamanya.
Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa
mengingat kejadian / kesempatan istimewa,
seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw
setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk
peduli hari apakah hari ini.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata
Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg
ia lakukan utk kamu adlh utk menunjukkan bhw ia
siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan
mengatakan kata I Love You pada situasi yg
spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti,
dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.
Seseorang yg bner2 mencintai kamu, akan
merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja
krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya.
Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw
tdk ada yg akan membuatnya bahagia /
tersenyum.
Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke
airport utk menjemput kamu, dia tdk akan
membawa seikat mawar dan memanggilmu
sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan
membawakan kopermu dan menanyakan:
Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2
hari? Dengan hatinya yg tulus.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia
harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia
akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika
kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon,
ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan
dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi,
ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru
akan benar2 bekerja / manjur / berguna.
Seseorang yg mencintaimu, akan selalu
menyimpan semua benda yg telah kamu berikan,
bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di
dalam dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu,
jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu
tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua ^^
Seseorg yg mencintaimu mungkin lupa akan bbrp
hal penting yg pernah dilalui bersama, tetapi ia
tidak pernah melupakan hal2 yg kecil yg tidak
penting saat bersamamu di masa lalu.
Hidup ini adalah sebuah diary. Terserah mau menulis apa ke dalam diarimu. Menangis, tertawa, amarah. Apa saja.
Sabtu, 26 Desember 2009
Jurus Sehat Hindari Ngemil
Jurus Sehat Hindari Ngemil
Puteri Fatia - detikHot
Jakarta, Niatnya sih diet, tapi apa daya godaan ngemil tak bisa ditahan. Buat yang lagi diet, sebenarnya ngemil nggak mutlak dilarang, tapi ada aturan mainnya dong.
Makan, makan, makan
Salah satu jurus ampun pencegah ngemil adalah makan! Makan pagi, siang, dan malam jangan ada yang dilewatkan. Jika satu saja terlewat, keinginan untuk balas dendam lewat ngemil pasti semakin besar. Melewati waktu makan bisa membuat anda semakin lapar. Hasilnya ngemil pasti jadi pilihan karena tak mungkin meninggalkan meja kantor. Karena itu, ketika waktu makan pagi, siang, dan malam tiba, jangan dilewatkan.
Hindari Kudapan Tidak Sehat
Untuk menahan lapar di antara jam makan, ngemil adalah kegiatan yang sah-sah saja. Tapi, pilih dong cemilan yang sehat. Bukan berarti harus makan buah atau sayur. Asal pandai memilih, beberapa cemilan nikmat juga bisa dinikmati. Sebisa mungkin, pilih cemilan yang rendah lemak, lihat di bagian belakang kemasan cemilan yang anda beli. Lihat kadar lemak setiap sajian. Jika tertulis kadar lemak setiap sajian lebih dari 5% sebaiknya anda pilih cemilan yang lain saja.
Gunakan Aromaterapi
Beberapa wewangian aromaterapi bisa berpengaruh untuk menurunkan nafsu makan. Jika ingin ngemil coba nyalakan lilin aromaterapi. Pilih wangi teh hijau atau lavender yang akan membantu anda menghilangkan nafsu untuk mengudap.
Daripada Ngemil, Mendingan Minum
Salah satu jurus ampuh mengurangi keinginan ngemil adalah minum. Jika minum air putih segelas tidak berpengaruh sebaiknya coba minuman lain. Teh herbal dengan madu bisa jadi pilihan yang menyenangkan. Selain membuat mood semakin asyik, teh herbal juga bisa menjadi pengalih perhatian dari keinginan ngemil. Anda juga bisa memilih minuman yang lain selama minuman tersebut non kafein dan rendah gula.
Cari Kesibukan
Keinginan untuk ngemil biasanya datang ketika pekerjaan anda sedang longgar. Bukan berarti anda harus terus sibuk hingga menguras energi. Cukup cari kegiatan yang akan menyibukkan tangan anda. Chatting dengan teman, main kartu, menjahit, main piano, atau mengecat kuku bisa jadi pilihan. Intinya, cari kesibukan dan alihkan pikiran anda dari keinginan untuk ngemil.
Stop Nonton TV
Menonton TV terbukti membangkitkan semangat ngemil. Menonton TV membuat anda merasa harus melakukan sesuatu sebagai sambilan. Biasanya, yang jadi pilihan adalah mencari cemilan. Apalagi, kebanyakan iklan di TV mempromosikan makanan yang lezat-lezat. Kembali ke saran sebelumnya, cari kegiatan lain yang mengalihkan pikiran anda dari keinginan ngemil. Jika ingin nonton TV, pilih channel yang memutar tayangan model-model berbadan oke. Bayangkan anda dengan badan indah tersebut, bayangkan penampilan anda ketika mengenakan pakaian indah-indah. Jika niat anda kuat, keinginan ngemil pun semakin berkurang.
Sikat Gigi Setelah Makan
Sikat atau bersihkan gigi setelah makan. Walau kesannya simpel, kegiatan ini terbukti bisa membuat anda menghindari makanan, setidaknya selama satu jam ke depan.
Hitung dan Pikir
Jangan makan sambil melakukan kegiatan lain. Makan yang dilakukan sambil melakukan kegiatan lain membuat anda 'tak menyadari' anda sedang makan. Akibatnya, anda terus akan merasa lapar dan ingin makan. Setiap makan pikirkan apa yang anda makan, apakah anda benar-benar menginginkannya, berapa kalori yang masuk, dan apakah anda akan melakukan kegiatan yang bisa membuang kalori itu.
Kalori pizza yang hanya beberapa menit memberi kenikmatan di mulut akan bersarang lebih lama di tubuh anda jika tak ada usaha untuk mengeluarkannya. Buat perhitungan, satu pizza akan dibalas dengan satu jam jogging.
Kunci suksesnya, anda harus konsekuen dan tidak mudah menyerah. Diet yang memberi hasil singkat juga memberi risiko naiknya berat badan dengan singkat. Pelan tapi pasti dan stabil lebih baik dari pada turun naik dalam waktu singkat.
Puteri Fatia - detikHot
Jakarta, Niatnya sih diet, tapi apa daya godaan ngemil tak bisa ditahan. Buat yang lagi diet, sebenarnya ngemil nggak mutlak dilarang, tapi ada aturan mainnya dong.
Makan, makan, makan
Salah satu jurus ampun pencegah ngemil adalah makan! Makan pagi, siang, dan malam jangan ada yang dilewatkan. Jika satu saja terlewat, keinginan untuk balas dendam lewat ngemil pasti semakin besar. Melewati waktu makan bisa membuat anda semakin lapar. Hasilnya ngemil pasti jadi pilihan karena tak mungkin meninggalkan meja kantor. Karena itu, ketika waktu makan pagi, siang, dan malam tiba, jangan dilewatkan.
Hindari Kudapan Tidak Sehat
Untuk menahan lapar di antara jam makan, ngemil adalah kegiatan yang sah-sah saja. Tapi, pilih dong cemilan yang sehat. Bukan berarti harus makan buah atau sayur. Asal pandai memilih, beberapa cemilan nikmat juga bisa dinikmati. Sebisa mungkin, pilih cemilan yang rendah lemak, lihat di bagian belakang kemasan cemilan yang anda beli. Lihat kadar lemak setiap sajian. Jika tertulis kadar lemak setiap sajian lebih dari 5% sebaiknya anda pilih cemilan yang lain saja.
Gunakan Aromaterapi
Beberapa wewangian aromaterapi bisa berpengaruh untuk menurunkan nafsu makan. Jika ingin ngemil coba nyalakan lilin aromaterapi. Pilih wangi teh hijau atau lavender yang akan membantu anda menghilangkan nafsu untuk mengudap.
Daripada Ngemil, Mendingan Minum
Salah satu jurus ampuh mengurangi keinginan ngemil adalah minum. Jika minum air putih segelas tidak berpengaruh sebaiknya coba minuman lain. Teh herbal dengan madu bisa jadi pilihan yang menyenangkan. Selain membuat mood semakin asyik, teh herbal juga bisa menjadi pengalih perhatian dari keinginan ngemil. Anda juga bisa memilih minuman yang lain selama minuman tersebut non kafein dan rendah gula.
Cari Kesibukan
Keinginan untuk ngemil biasanya datang ketika pekerjaan anda sedang longgar. Bukan berarti anda harus terus sibuk hingga menguras energi. Cukup cari kegiatan yang akan menyibukkan tangan anda. Chatting dengan teman, main kartu, menjahit, main piano, atau mengecat kuku bisa jadi pilihan. Intinya, cari kesibukan dan alihkan pikiran anda dari keinginan untuk ngemil.
Stop Nonton TV
Menonton TV terbukti membangkitkan semangat ngemil. Menonton TV membuat anda merasa harus melakukan sesuatu sebagai sambilan. Biasanya, yang jadi pilihan adalah mencari cemilan. Apalagi, kebanyakan iklan di TV mempromosikan makanan yang lezat-lezat. Kembali ke saran sebelumnya, cari kegiatan lain yang mengalihkan pikiran anda dari keinginan ngemil. Jika ingin nonton TV, pilih channel yang memutar tayangan model-model berbadan oke. Bayangkan anda dengan badan indah tersebut, bayangkan penampilan anda ketika mengenakan pakaian indah-indah. Jika niat anda kuat, keinginan ngemil pun semakin berkurang.
Sikat Gigi Setelah Makan
Sikat atau bersihkan gigi setelah makan. Walau kesannya simpel, kegiatan ini terbukti bisa membuat anda menghindari makanan, setidaknya selama satu jam ke depan.
Hitung dan Pikir
Jangan makan sambil melakukan kegiatan lain. Makan yang dilakukan sambil melakukan kegiatan lain membuat anda 'tak menyadari' anda sedang makan. Akibatnya, anda terus akan merasa lapar dan ingin makan. Setiap makan pikirkan apa yang anda makan, apakah anda benar-benar menginginkannya, berapa kalori yang masuk, dan apakah anda akan melakukan kegiatan yang bisa membuang kalori itu.
Kalori pizza yang hanya beberapa menit memberi kenikmatan di mulut akan bersarang lebih lama di tubuh anda jika tak ada usaha untuk mengeluarkannya. Buat perhitungan, satu pizza akan dibalas dengan satu jam jogging.
Kunci suksesnya, anda harus konsekuen dan tidak mudah menyerah. Diet yang memberi hasil singkat juga memberi risiko naiknya berat badan dengan singkat. Pelan tapi pasti dan stabil lebih baik dari pada turun naik dalam waktu singkat.
Jodoh dan Kedewasaan Kita
Assalamualaikum wr wb
Jodoh dan Kedewasaan Kita
Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani
Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para
Muslimah. Kemana pun mereka melangkah,
pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti
membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang
pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda
menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku
jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau
jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?
Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.
Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu
bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan
rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius
tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala
sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada
mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian
masalah', namun kemudian justru menjadi inti
permasalahan itu sendiri.
Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi"
calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan
luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang
keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.
Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan,
"Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada
juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang
penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya,
jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai
menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar
senyum pun mahal.
Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih
cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat
superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon
memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah
menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali
menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama
ini.
Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung
pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu,
menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus
menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka
hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan
untuk menjemput kehidupan rumah tangga.
Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah,
bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang
India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa
kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku
dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang
kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap
menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri
untuk berletih-letih membina keluarga.
Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan
individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih
berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai
penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa
yang dia impikan?
Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi
muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka
sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan
yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk
meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus
ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.
Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan
itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari
siapa pun.
Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh,
jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah
membebani seseorang melainkan sekadar sesuai
kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik
fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti
kasih sayang Allah SWT.
Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu
akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati
seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita
kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan
lapang dada.
Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun
bertanyalah, sudah dewasakah aku?
"Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a) "
Wallahu a'lam bisshawaab
wassalam
Jodoh dan Kedewasaan Kita
Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhani
Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para
Muslimah. Kemana pun mereka melangkah,
pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti
membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang
pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda
menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku
jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau
jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?
Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.
Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu
bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan
rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius
tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala
sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada
mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian
masalah', namun kemudian justru menjadi inti
permasalahan itu sendiri.
Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi"
calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan
luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang
keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.
Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan,
"Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada
juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang
penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya,
jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai
menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar
senyum pun mahal.
Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih
cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat
superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon
memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah
menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali
menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama
ini.
Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung
pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu,
menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus
menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka
hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan
untuk menjemput kehidupan rumah tangga.
Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah,
bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang
India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa
kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku
dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang
kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap
menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri
untuk berletih-letih membina keluarga.
Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan
individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih
berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai
penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa
yang dia impikan?
Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi
muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka
sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan
yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk
meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus
ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.
Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan
itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari
siapa pun.
Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh,
jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah
membebani seseorang melainkan sekadar sesuai
kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik
fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti
kasih sayang Allah SWT.
Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu
akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati
seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita
kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan
lapang dada.
Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun
bertanyalah, sudah dewasakah aku?
"Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Alkhudzri r.a) "
Wallahu a'lam bisshawaab
wassalam
Jika Wanita Menangis

Jika seorang wanita menangis
dihadapanmu,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia
menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang
hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi
dirinya yang dulu.
Selamanya....
Seorang wanita tidak akan menangis
dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia
sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang wanita tidak akan menangis
dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.
Lelaki, jika seorang wanita pernah
menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan
pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap
bersamamu sepanjang hidupmu.
Lelaki, jika seorang wanita menangis
karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak
kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang
dirasakannya?
Pikirkan....
Wanita mana lagikah yang akan menangis
dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu......
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam
tidaklah memungkinkan lagi.
Lelaki
Pikirkanlah tentang hal itu
Jika seorang wanita menangisi hatinya
untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah
kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya....
Pertimbangkanlah
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'!!
People will forget what you said, People will forget what you did
But people will not forget, How you made them feel
---------------------------------
Bring words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with your Yahoo! Mail.
GEMUK
Banyak wanita yang bangga dengan kegemukkan badannya. Namun banyak pula
wanita yang mengeluh karena kegemukkan. Mereka telah berusaha dengan sekuat
tenaga untuk menurunkan berat badan, diantaranya dengan menurunkan berat
badan, di antaranya dengan obat pelangsing tubuh yang sesungguhnya berbahaya
bagi kesehatan tubuhnya. Nah, untuk itu coba kini ikuti 15 kiat jitu yang
dirangkai dari Shope / The Hope International Research Institute.
1. Apabila Anda frustasi, kecewa, sedih atau merasa jenuh cobalah untuk
melakukan sesuatu yang lain daripada kompensasi menyantap makanan. Pasalnya,
banyak wanita yang tidak bisa mengendalikan nafsu makanya dikala stress atau
marah. Mulai sekarang jangan turuti nafsu makan Anda dikala sedang marah,
baik marah atau normal, makanlah seperti biasa, sehingga Anda tidak kaget
menyaksikan timbangan berat badan Anda.
2. Janganlah ikut-ikutan makan, lantaran orang-orang disekitar Anda makan,
padahal bukan dalam jam makan. Bila Anda tidak merasa lapar, biasakan
minumlah segelas jus atau air putih. Hal tersebut justru lebih menguntungkan
berat badan dan kesehatan, dibandingkan harus ikut-ikutan makan dengan
rekan-rekan Anda.
3. Bila sering timbul keinginan jajan, bawalah makanan kecil rendah kalori
dari rumah. Jangan sekali-kali membawa uang kecil saat berangkat kerja,
karena ini mendorong seseorang untuk membeli jajanan.
4. Kurangi konsumsi minuman yang banyak mengandung kafein. Ini penting,
karena kafein (terutama pada kopi) dapat merangsang nafsu makan Anda.
Kurangi atau bahkan lebih baik tinggalkan, dan gantilah dengan minuman air
putih.
5. Bila Anda memaksakan diri membeli camilan, boleh-boleh saja. Namun
cobalah membeli dengan porsi kecil, bukan porsi keluarga. Sehingga tidak
over menyantap.
6. Jangan makan kurang dari 3 kali sehari. Mengapa ? Ya, lantaran ini bisa
menjerumuskan Anda untuk makan lebih banyak. Untuk itu, makanlah seperti
biasa, pada jam makan yang telah ditentukan (Pagi, siang dan malam).
7. Buatlah catatan harian makanan. Ini penting. Mengapa ? karena dengan
mencatat apa yang Anda makan, kapan dan bagaimana perasaan Anda saat itu,
maka catatan itu akan menyadarkan Anda berapa banyak yang Anda makan dan
mengapa, sehingga Anda dapat menanggulanginya.
8. Rasa lapar yang Anda rasakan pada saat bekerja kadang-kadang disebabkan
stress/frustasi. Kini cobalah berjalan-jalan keluar rumah atau naik turun
tangga daripada duduk menikmati kopi, teh manis dan kue.
9. Tidurlah dengan cukup. Ini penting, lantaran banyak orang yang makan
berlebihan pada saat mereka capek (kurang tidur/tidak cukup tidur).
10. Minumlah es buah. Minum es buah justru lebih menguntungkan Anda yang
tengah berjuang menurunkan berat badan Anda, dibanding harus melahap es
krim. Selain menyegarkan, es buah ini mengandung kalori rendah, dibanding es
krim.
11. Kalau anda kecolongan dan makan sesuatu tanpa rencana, jangan merasa
bersalah. Cukup menganalisa apa yang membuat Anda kecolongan serta buat
perubahan seperlunya, supaya tidak terulang kembali.
12. Rahasia untuk tetap sehat dan senang menurut kepercayaan sebagian orang
adalah mengisi sebelah perut Anda dengan makanan, seperempat dengan air dan
seperempatnya dibiarkan kosong. Saya yakin Anda telah mengerti maksudnya.
Dengan kata lain Anda tidak boleh makan berlebihan menyantap makanan,
sehingga Anda kekenyangan.
13. Kerjakan sesuatu sepulang kantor, misalnya jalan-jalan, mandi atau
menyiram kebun. Sepotong buah atau semangkuk sup akan mengalas perut hingga
saat makan malam makanan lainnya yang tentu berkalori tinggi.
14. Tetapkan sebagai peraturan untuk tidak memasukkan apa saja ke dalam
mulut setelah makan. Ini penting, karena banyak wanita tergoda untuk ngemil
dikala menonton televisi. Lebih baik minum air putih, jika Anda lapar pada
malam hari.
15. Makan hanya dari piring didepan Anda. Pasalnya, bila kian membiasakan
diri dengan menyantap makanan dari piring atau tempat nasi yang lain, ini
akan merangsang Anda untuk makan banyak, memang berat jika harus mengurangi
porsi makannya.
Nah, kini mulailah Anda mengurangi porsi makan, tentu saja pada awalnya Anda
akan merasa tersiksa. Namun kalau sudah terbiasa, Anda sendiri yang akan
memetik manfaatnya.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--------
Agar tdk penuh ganti seting e-mail anda ke digest:
Belajar-Masakan-digest@yahoogroups.com
Milis Belajar-Masakan@yahoogroups.com : berdiskusi seputar dunia masakan &
minuman serta perlengkapannya
Dilarang
1. Mesum, arisan, MLM, Iklan
Salam
wanita yang mengeluh karena kegemukkan. Mereka telah berusaha dengan sekuat
tenaga untuk menurunkan berat badan, diantaranya dengan menurunkan berat
badan, di antaranya dengan obat pelangsing tubuh yang sesungguhnya berbahaya
bagi kesehatan tubuhnya. Nah, untuk itu coba kini ikuti 15 kiat jitu yang
dirangkai dari Shope / The Hope International Research Institute.
1. Apabila Anda frustasi, kecewa, sedih atau merasa jenuh cobalah untuk
melakukan sesuatu yang lain daripada kompensasi menyantap makanan. Pasalnya,
banyak wanita yang tidak bisa mengendalikan nafsu makanya dikala stress atau
marah. Mulai sekarang jangan turuti nafsu makan Anda dikala sedang marah,
baik marah atau normal, makanlah seperti biasa, sehingga Anda tidak kaget
menyaksikan timbangan berat badan Anda.
2. Janganlah ikut-ikutan makan, lantaran orang-orang disekitar Anda makan,
padahal bukan dalam jam makan. Bila Anda tidak merasa lapar, biasakan
minumlah segelas jus atau air putih. Hal tersebut justru lebih menguntungkan
berat badan dan kesehatan, dibandingkan harus ikut-ikutan makan dengan
rekan-rekan Anda.
3. Bila sering timbul keinginan jajan, bawalah makanan kecil rendah kalori
dari rumah. Jangan sekali-kali membawa uang kecil saat berangkat kerja,
karena ini mendorong seseorang untuk membeli jajanan.
4. Kurangi konsumsi minuman yang banyak mengandung kafein. Ini penting,
karena kafein (terutama pada kopi) dapat merangsang nafsu makan Anda.
Kurangi atau bahkan lebih baik tinggalkan, dan gantilah dengan minuman air
putih.
5. Bila Anda memaksakan diri membeli camilan, boleh-boleh saja. Namun
cobalah membeli dengan porsi kecil, bukan porsi keluarga. Sehingga tidak
over menyantap.
6. Jangan makan kurang dari 3 kali sehari. Mengapa ? Ya, lantaran ini bisa
menjerumuskan Anda untuk makan lebih banyak. Untuk itu, makanlah seperti
biasa, pada jam makan yang telah ditentukan (Pagi, siang dan malam).
7. Buatlah catatan harian makanan. Ini penting. Mengapa ? karena dengan
mencatat apa yang Anda makan, kapan dan bagaimana perasaan Anda saat itu,
maka catatan itu akan menyadarkan Anda berapa banyak yang Anda makan dan
mengapa, sehingga Anda dapat menanggulanginya.
8. Rasa lapar yang Anda rasakan pada saat bekerja kadang-kadang disebabkan
stress/frustasi. Kini cobalah berjalan-jalan keluar rumah atau naik turun
tangga daripada duduk menikmati kopi, teh manis dan kue.
9. Tidurlah dengan cukup. Ini penting, lantaran banyak orang yang makan
berlebihan pada saat mereka capek (kurang tidur/tidak cukup tidur).
10. Minumlah es buah. Minum es buah justru lebih menguntungkan Anda yang
tengah berjuang menurunkan berat badan Anda, dibanding harus melahap es
krim. Selain menyegarkan, es buah ini mengandung kalori rendah, dibanding es
krim.
11. Kalau anda kecolongan dan makan sesuatu tanpa rencana, jangan merasa
bersalah. Cukup menganalisa apa yang membuat Anda kecolongan serta buat
perubahan seperlunya, supaya tidak terulang kembali.
12. Rahasia untuk tetap sehat dan senang menurut kepercayaan sebagian orang
adalah mengisi sebelah perut Anda dengan makanan, seperempat dengan air dan
seperempatnya dibiarkan kosong. Saya yakin Anda telah mengerti maksudnya.
Dengan kata lain Anda tidak boleh makan berlebihan menyantap makanan,
sehingga Anda kekenyangan.
13. Kerjakan sesuatu sepulang kantor, misalnya jalan-jalan, mandi atau
menyiram kebun. Sepotong buah atau semangkuk sup akan mengalas perut hingga
saat makan malam makanan lainnya yang tentu berkalori tinggi.
14. Tetapkan sebagai peraturan untuk tidak memasukkan apa saja ke dalam
mulut setelah makan. Ini penting, karena banyak wanita tergoda untuk ngemil
dikala menonton televisi. Lebih baik minum air putih, jika Anda lapar pada
malam hari.
15. Makan hanya dari piring didepan Anda. Pasalnya, bila kian membiasakan
diri dengan menyantap makanan dari piring atau tempat nasi yang lain, ini
akan merangsang Anda untuk makan banyak, memang berat jika harus mengurangi
porsi makannya.
Nah, kini mulailah Anda mengurangi porsi makan, tentu saja pada awalnya Anda
akan merasa tersiksa. Namun kalau sudah terbiasa, Anda sendiri yang akan
memetik manfaatnya.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
--------
Agar tdk penuh ganti seting e-mail anda ke digest:
Belajar-Masakan-digest@yahoogroups.com
Milis Belajar-Masakan@yahoogroups.com : berdiskusi seputar dunia masakan &
minuman serta perlengkapannya
Dilarang
1. Mesum, arisan, MLM, Iklan
Salam
Bahan Makanan Berbahaya
buat yang suka jajan jajanan anak sekolah / jajan combao di depan
indomobil niy......
Bahaya gula bibit, penyedap, formalin & minyak goreng bekas
13/01/2006 - www.kompas.co.id, Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum.
Bukan kali pertama kalau diberitakan jajanan anak sekolah (dan orang
dewasa) tidak menyehatkan. Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan)
memperingatkan (kembali) hal itu baru-baru ini.
Apa bahaya rata-rata makanan jajanan kita terhadap kesehatan?
Sekitar tahun 80-an, diberitakan sejumlah karyawan sebuah pabrik semen
menderita pusing dan mual sehabis makan siang. Kejadian begini bukan baru
sekali. Sudah lama keluhan yang sama muncul pada mereka setiap habis makan
siang di sebuah warung makan kaki lima.
Keracunan makanankah penyebabnya?
Ternyata bukan. Tim Dinas Kesehatan setempat menyelidiki apa gerangan
penyebab keluhan yang diderita sejumlah karyawan yang mengonsumsi menu
makan siang di warung yang sama. Diduga kuat dari saus tomatnya.
Setelah dilacak, saus tomat itu terbuat dari ubi, cuka, dan zat warna
tekstil (rhodomin-B). Zat warna tekstil inilah yang diperkirakan
berpotensi menimbulkan keluhan tersebut.
Berbahayakah?
Tentu tidak sekadar pusing belaka yang ditakutkan, melainkan juga bahaya
jangka panjangnya. Zat warna tekstil jenis itu bersifat karsinogenik juga.
Artinya, bersifat pemantik munculnya kanker bila dikonsumsi rutin untuk
waktu yang lama.
Kita menyaksikan yang ada di meja makan warung nasi, penjual bakmi bakso,
dan kantin sekolah, kemungkinan besar jenis saus tomat semacam itu. Kalau
tidak, kenapa harganya bisa rendah sekali? Kecurigaan harus muncul bila
ada saus tomat semurah itu.
Bukan cuma dalam saus tomat zat warna tekstil rhodomin-B juga konon pernah
ditemukan dalam lipstik dan pemerah pipi, selain bahan pewarna penganan
dan jajanan, termasuk mungkin dalam sirop murah.
Dalam sebuah reportase belum lama ini, sebuah stasiun TV swasta menyiarkan
tayangan betapa merasa tak bersalahnya seorang pembuat sirop yang
dijajakan di sekolah, kurang higienis, memakai air mentah (belum dimasak),
dan zat warna buatan yang diduga rhodomin-B juga. Hal itu sudah
dikerjakannya bertahun-tahun.
Sirop dan limun murah di jajanan sekolah ini yang membuat kita prihatin.
Generasi anak sekolah (pinggiran, dari ekonomi kurang mampu) kita tengah
memanggul risiko terkena kanker saat dewasa, selain bahaya infeksi perut
dadakan.
Gula Bibit
Selain pewarna, jajanan kakilima yang memang buat kantong ekonomi lemah,
dengan harga yang lebih terjangkau, tak mungkin sepenuhnya menggunakan
gula asli (gula pasir maupun gula merah), melainkan memilih gula bibit.
Kita tahu gula bibit tidak semuanya aman bagi kesehatan. Sebut saja gula
sakarin dan aspartam, yang jauh lebih murah dibanding gula asli.
Bisa dipastikan jenis gula bibit murah begini, yang sudah dilarang
digunakan, masih saja dipakai oleh rata-rata pembuat makanan dan minuman
rumahan. Limun, sirop, saus, dan kecap murah, hampir pasti mencampurkan
gula bibit, kalau bukan seluruhnya bahan kimiawi berbahaya ini.
Pemanis buatan lain tentu ada yang lebih aman, dari daun stevia misalnya.
Namun, karena harganya tidak terjangkau untuk membuat kudapan murah,
pedagang memihih gula buatan yang lebih murah.
Belakangan pemanis buatan aspartam juga gencar dilarang, lantaran efek
buruknya, antara lain diduga terhadap otak. Namun, masih banyak jajanan
dan panganan, selain industri makanan yang menggunakan aspartam.
Penyedap
Perhatikan bagaimana tukang bakso pinggir jalan menambahkan bumbu penyedap
(sodium gluamic). Dahulu, untuk menuangkan bumbu penyedap (disebut mecin,
vetsin) memakai sendok khusus terbuat dari kayu dengan penampang seujung
kelingking. Maksudnya paling banyak disedok pun takarannya hanya seujung
kelingking itu.
Tidak demikian hal sekarang. Rata-rata dituang langsung dari kantong
plastik kemasan atau memakai sendok makan. Semakin banyak penyedap
dituangkan, semakin gurih rasa barang jualannya.
Dari kacamata ekonomi, akan lebih menguntungkan bila menuangkan lebih
banyak penyedap karena menambah lezat cita rasa jajanan. Air putih (bukan
kaldu) yang dibubuhi penyedap banyak-banyak dengan cara murah dan mudah
menjadi sangat menyerupai kuah kaldu yang harus lebih tinggi modalnya.
Apa bahaya mengonsumsi penyedap banyak-banyak? Ya, bila dikonsumsi rutin
untuk jangka waktu lama, penyedap buruk efeknya terhadap susunan saraf
pusat, selain efek alergi bagi yang tidak tahan (post restaurant
syndrome), juga pusing-pusing sehabis makan di restoran (akibat penyedap).
Bagi mereka yang ingin aman, selain minta tidak pakai penyedap bila
memesan makanan restoran, masakan di rumah sendiri sama sekali bebas
penyedap buatan. Rasa gurih sehatnya cukup hanya mengandalkan bahan alami,
seperti rasa kaldu ayam, sapi, atau ikan belaka, tanpa perlu menambahkan
bumbu penyedap buatan.
Formalin
Kita juga mengenal bahan formalin. Selain digunakan buat pengawet mayat
agar tidak lekas membusuk, formalin juga masuk ke industri makanan
(rumahan). Bukan baru sekarang kita mendengar atau mungkin membaca kalau
formalin juga masuk industri pembuatan tahu.
Agar awet tidak lekas rusak (besi), industri tahu (murah) juga
memanfaatkan formalin, agar tidak sampai merugi. Tahu yang berformalin
dijajakan di mana-mana. Padahal, formalin juga tidak menyehatkan.
Masalahnya, bagaimana mengontrol begitu banyak dan luasnya industri
rumahan tahu di Indonesia?
Formalin juga dimanfaatkan untuk proses pembuatan ikan asin. Penjualan
ikan asin di suatu daerah, baru-baru ini diberitakan menurun akibat
kedapatan pembuatannya memakai formalin agar lebih awet.
Selain formalin, kita juga membaca atau mendengar pembuatan bakso
mencampurkan bahan kimiawi boraks juga, selain beberapa jenis bahan
kimiawi yang sudah terbukti membahayakan kesehatan, masih lolos tak
terkontrol. Betapa longgarnya kendali terhadap pemakaian bahan-bahan
berbahaya karena memang tidak mudah rentang kendali untuk ribuan industri
makanan dan minuman rumahan, termasuk jamu rumahan.
Minyak Goreng Bekas
Disinyalir, kebanyakan jajanan gorengan pinggir jalan juga menggunakan
minyak goreng bekas, kalau bukan minyak goreng yang sudah dioplos dengan
minyak lain yang lebih murah. Minyak goreng oplosan ini yang diduga
membahayakan kesehatan.
Kita sudah tahu kalau minyak goreng bekas (jelantah) bersifat karsinogenik
juga. Restoran ayam goreng yang tidak memakai lagi minyak goreng habis
pakainya, menjualnya ke penjual gorengan pinggir jalan. Kalau itu
dikonsumsi rutin untuk jangka waktu lama, tentu sama tidak sehatnya dengan
bahan karsinogenik lainnya, termasuk jika kita melakukannya juga di rumah
sendiri.*
indomobil niy......
Bahaya gula bibit, penyedap, formalin & minyak goreng bekas
13/01/2006 - www.kompas.co.id, Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum.
Bukan kali pertama kalau diberitakan jajanan anak sekolah (dan orang
dewasa) tidak menyehatkan. Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan)
memperingatkan (kembali) hal itu baru-baru ini.
Apa bahaya rata-rata makanan jajanan kita terhadap kesehatan?
Sekitar tahun 80-an, diberitakan sejumlah karyawan sebuah pabrik semen
menderita pusing dan mual sehabis makan siang. Kejadian begini bukan baru
sekali. Sudah lama keluhan yang sama muncul pada mereka setiap habis makan
siang di sebuah warung makan kaki lima.
Keracunan makanankah penyebabnya?
Ternyata bukan. Tim Dinas Kesehatan setempat menyelidiki apa gerangan
penyebab keluhan yang diderita sejumlah karyawan yang mengonsumsi menu
makan siang di warung yang sama. Diduga kuat dari saus tomatnya.
Setelah dilacak, saus tomat itu terbuat dari ubi, cuka, dan zat warna
tekstil (rhodomin-B). Zat warna tekstil inilah yang diperkirakan
berpotensi menimbulkan keluhan tersebut.
Berbahayakah?
Tentu tidak sekadar pusing belaka yang ditakutkan, melainkan juga bahaya
jangka panjangnya. Zat warna tekstil jenis itu bersifat karsinogenik juga.
Artinya, bersifat pemantik munculnya kanker bila dikonsumsi rutin untuk
waktu yang lama.
Kita menyaksikan yang ada di meja makan warung nasi, penjual bakmi bakso,
dan kantin sekolah, kemungkinan besar jenis saus tomat semacam itu. Kalau
tidak, kenapa harganya bisa rendah sekali? Kecurigaan harus muncul bila
ada saus tomat semurah itu.
Bukan cuma dalam saus tomat zat warna tekstil rhodomin-B juga konon pernah
ditemukan dalam lipstik dan pemerah pipi, selain bahan pewarna penganan
dan jajanan, termasuk mungkin dalam sirop murah.
Dalam sebuah reportase belum lama ini, sebuah stasiun TV swasta menyiarkan
tayangan betapa merasa tak bersalahnya seorang pembuat sirop yang
dijajakan di sekolah, kurang higienis, memakai air mentah (belum dimasak),
dan zat warna buatan yang diduga rhodomin-B juga. Hal itu sudah
dikerjakannya bertahun-tahun.
Sirop dan limun murah di jajanan sekolah ini yang membuat kita prihatin.
Generasi anak sekolah (pinggiran, dari ekonomi kurang mampu) kita tengah
memanggul risiko terkena kanker saat dewasa, selain bahaya infeksi perut
dadakan.
Gula Bibit
Selain pewarna, jajanan kakilima yang memang buat kantong ekonomi lemah,
dengan harga yang lebih terjangkau, tak mungkin sepenuhnya menggunakan
gula asli (gula pasir maupun gula merah), melainkan memilih gula bibit.
Kita tahu gula bibit tidak semuanya aman bagi kesehatan. Sebut saja gula
sakarin dan aspartam, yang jauh lebih murah dibanding gula asli.
Bisa dipastikan jenis gula bibit murah begini, yang sudah dilarang
digunakan, masih saja dipakai oleh rata-rata pembuat makanan dan minuman
rumahan. Limun, sirop, saus, dan kecap murah, hampir pasti mencampurkan
gula bibit, kalau bukan seluruhnya bahan kimiawi berbahaya ini.
Pemanis buatan lain tentu ada yang lebih aman, dari daun stevia misalnya.
Namun, karena harganya tidak terjangkau untuk membuat kudapan murah,
pedagang memihih gula buatan yang lebih murah.
Belakangan pemanis buatan aspartam juga gencar dilarang, lantaran efek
buruknya, antara lain diduga terhadap otak. Namun, masih banyak jajanan
dan panganan, selain industri makanan yang menggunakan aspartam.
Penyedap
Perhatikan bagaimana tukang bakso pinggir jalan menambahkan bumbu penyedap
(sodium gluamic). Dahulu, untuk menuangkan bumbu penyedap (disebut mecin,
vetsin) memakai sendok khusus terbuat dari kayu dengan penampang seujung
kelingking. Maksudnya paling banyak disedok pun takarannya hanya seujung
kelingking itu.
Tidak demikian hal sekarang. Rata-rata dituang langsung dari kantong
plastik kemasan atau memakai sendok makan. Semakin banyak penyedap
dituangkan, semakin gurih rasa barang jualannya.
Dari kacamata ekonomi, akan lebih menguntungkan bila menuangkan lebih
banyak penyedap karena menambah lezat cita rasa jajanan. Air putih (bukan
kaldu) yang dibubuhi penyedap banyak-banyak dengan cara murah dan mudah
menjadi sangat menyerupai kuah kaldu yang harus lebih tinggi modalnya.
Apa bahaya mengonsumsi penyedap banyak-banyak? Ya, bila dikonsumsi rutin
untuk jangka waktu lama, penyedap buruk efeknya terhadap susunan saraf
pusat, selain efek alergi bagi yang tidak tahan (post restaurant
syndrome), juga pusing-pusing sehabis makan di restoran (akibat penyedap).
Bagi mereka yang ingin aman, selain minta tidak pakai penyedap bila
memesan makanan restoran, masakan di rumah sendiri sama sekali bebas
penyedap buatan. Rasa gurih sehatnya cukup hanya mengandalkan bahan alami,
seperti rasa kaldu ayam, sapi, atau ikan belaka, tanpa perlu menambahkan
bumbu penyedap buatan.
Formalin
Kita juga mengenal bahan formalin. Selain digunakan buat pengawet mayat
agar tidak lekas membusuk, formalin juga masuk ke industri makanan
(rumahan). Bukan baru sekarang kita mendengar atau mungkin membaca kalau
formalin juga masuk industri pembuatan tahu.
Agar awet tidak lekas rusak (besi), industri tahu (murah) juga
memanfaatkan formalin, agar tidak sampai merugi. Tahu yang berformalin
dijajakan di mana-mana. Padahal, formalin juga tidak menyehatkan.
Masalahnya, bagaimana mengontrol begitu banyak dan luasnya industri
rumahan tahu di Indonesia?
Formalin juga dimanfaatkan untuk proses pembuatan ikan asin. Penjualan
ikan asin di suatu daerah, baru-baru ini diberitakan menurun akibat
kedapatan pembuatannya memakai formalin agar lebih awet.
Selain formalin, kita juga membaca atau mendengar pembuatan bakso
mencampurkan bahan kimiawi boraks juga, selain beberapa jenis bahan
kimiawi yang sudah terbukti membahayakan kesehatan, masih lolos tak
terkontrol. Betapa longgarnya kendali terhadap pemakaian bahan-bahan
berbahaya karena memang tidak mudah rentang kendali untuk ribuan industri
makanan dan minuman rumahan, termasuk jamu rumahan.
Minyak Goreng Bekas
Disinyalir, kebanyakan jajanan gorengan pinggir jalan juga menggunakan
minyak goreng bekas, kalau bukan minyak goreng yang sudah dioplos dengan
minyak lain yang lebih murah. Minyak goreng oplosan ini yang diduga
membahayakan kesehatan.
Kita sudah tahu kalau minyak goreng bekas (jelantah) bersifat karsinogenik
juga. Restoran ayam goreng yang tidak memakai lagi minyak goreng habis
pakainya, menjualnya ke penjual gorengan pinggir jalan. Kalau itu
dikonsumsi rutin untuk jangka waktu lama, tentu sama tidak sehatnya dengan
bahan karsinogenik lainnya, termasuk jika kita melakukannya juga di rumah
sendiri.*
Minggu, 20 Desember 2009
Cinta Berpijak pada Perasaaan Sekaligus pada Akal Sehat
Cinta Berpijak pada Perasaan Sekaligus Akal Sehat
Cinta Berpijak pada Perasaan Sekaligus Akal Sehat Miskonsepsi pertama yang
ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan
belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan
kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal
sehat.
Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa
mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi
tradisi,
kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.
Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh
cinta,
dan tidak bisa dimintai pertanggunganjawab bila perbuatan-perbuatan
impulsif
itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah
pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.
Cinta membutuhkan proses !!! Bowman juga menolak anggapan cinta bisa
berasal
dari pandangan pertama. Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan
emosi
yang kompleks, katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan
waktu.
Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan
asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba,
tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah
berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk
memilih orang lain sebagai titik fokus baru.
Yang mungkin terjadi dalam fenomena cinta pada pandangan pertama adalah
pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai
tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa
menempuh masa jeda.
Dalam kasus cinta pada pandangan pertama, banyak orang tidak benar-benar
mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu
sendiri.
Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai
pasangan
sebagai persolinatas yang utuh.
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi.
Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan
cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang
mencinta
tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai
pasangan
untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri.
Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya,
melarangnya
beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah
(tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan
dinomorsekiankan),
berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.
Cinta itu konstruktif.
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri
sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi
konstruktif,
dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif.
Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu
makan, dan minat terhadap masalahsehari-hari. Yang dipikirkan hanya
kesengsaraan
pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa
menjadi
subsitusi kenyataan.
Cinta tidak melenyapkan semua masalah.
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan
cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak
problem
lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta
tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani
menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan
jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk
kepayang-berarti
tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat
masalah.
Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.
Cinta cenderung konstan.
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik
perasaan
kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa
kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita
mengidealisasikannya,
bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita
memandang
kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu.
Sebaliknya
berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan
dengannya
dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian
menandakan
kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat
dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.
Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik.
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita
menyukai
kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak factor lainnya.
Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap
kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila
kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan
cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya
memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi
terwujud
belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik
sedari permulaan.
Cinta tidak buta, tapi menerima.
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan
menyadari
sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan
mentolerir.
Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu
haruslah
didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar,
penolakan,
kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat
buruk,
orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan
memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan,
hanya
karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.
Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan.
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan
kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa
mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan
memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha
keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar
kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang
yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
Cinta berani melakukan hal menyakitkan.
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta
memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk
melakukan
hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang
berkata tidak saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.
Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.
Sumber: Fast.P.Querto
----------------------------------------------------
r.
Cinta Berpijak pada Perasaan Sekaligus Akal Sehat Miskonsepsi pertama yang
ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan
belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan
kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal
sehat.
Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa
mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi
tradisi,
kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.
Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh
cinta,
dan tidak bisa dimintai pertanggunganjawab bila perbuatan-perbuatan
impulsif
itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah
pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan.
Cinta membutuhkan proses !!! Bowman juga menolak anggapan cinta bisa
berasal
dari pandangan pertama. Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan
emosi
yang kompleks, katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan
waktu.
Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan
asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba,
tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah
berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk
memilih orang lain sebagai titik fokus baru.
Yang mungkin terjadi dalam fenomena cinta pada pandangan pertama adalah
pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai
tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa
menempuh masa jeda.
Dalam kasus cinta pada pandangan pertama, banyak orang tidak benar-benar
mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu
sendiri.
Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai
pasangan
sebagai persolinatas yang utuh.
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi.
Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan
cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang
mencinta
tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai
pasangan
untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri.
Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya,
melarangnya
beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah
(tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan
dinomorsekiankan),
berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.
Cinta itu konstruktif.
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri
sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi
konstruktif,
dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif.
Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu
makan, dan minat terhadap masalahsehari-hari. Yang dipikirkan hanya
kesengsaraan
pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa
menjadi
subsitusi kenyataan.
Cinta tidak melenyapkan semua masalah.
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan
cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak
problem
lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta
tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani
menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan
jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk
kepayang-berarti
tidak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat
masalah.
Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.
Cinta cenderung konstan.
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik
perasaan
kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa
kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita
mengidealisasikannya,
bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita
memandang
kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu.
Sebaliknya
berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan
dengannya
dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian
menandakan
kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat
dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.
Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik.
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita
menyukai
kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak factor lainnya.
Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap
kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila
kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan
cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya
memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi
terwujud
belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik
sedari permulaan.
Cinta tidak buta, tapi menerima.
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan
menyadari
sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan
mentolerir.
Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu
haruslah
didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar,
penolakan,
kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat
buruk,
orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan
memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan,
hanya
karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.
Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan.
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan
kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa
mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan
memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha
keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar
kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang
yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
Cinta berani melakukan hal menyakitkan.
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta
memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk
melakukan
hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang
berkata tidak saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.
Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.
Sumber: Fast.P.Querto
----------------------------------------------------
r.
Langganan:
Postingan (Atom)