TUGAS KELOMPOK 10
ORGANISASI & METODE
Disusun Oleh :
Rio Sukarno (34109982)
Noor Indah sari (36109603)
Danar Wiguna (34109793)
Hafitrian Hilham (35109941)
Kazovan Sahdam Jaya (35109770)
UNIVERSITAS GUNADARMA
2010
PENDAHULUAN
Makalah ini disusun dalam rangka menambah wawasan mahasiswa yang belajar mengenai Organisasi dan Metode. Oleh karena itu penyusunan makalah ini mempunyai beberapa tujuan di mana mahasiswa yang sulit mencari buku tambahan mengenai Organisasi dan Metode bisa membaca makalah ini, karena di dalam makalah ini membahas teori mengenai organisasi itu sendiri beserta methode apa yang harus dilakukan untuk memperlancar dan menambah efisiensi kerja perusahaan.
Dalam pencapaian tujuan untuk menambah bacaan bagi para mahasiswa tersebut maupun dengan melihat langkanya buku-buku Organisasi dan Metode, maka kami dengan segala kemampuan mencoba untuk membuat makalah ini.
Organisasi dan Metode sebagai salah satu teknik yang membahas mengenai penerapan organisasi, tata kerja, prosedur kerja dan cara-cara kerja yang berhasil guna dan berdaya guna diharapkan seorang manajer atau pimpinan bisa berhasil dalam memimpin organisasinya dengan lebih baik serta berhasil mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan organisasi.
Dengan selesainya makalah ini semata-mata karena kehendak Allah SWT melalui rahmat dan cinta Nya yang berlimpah. Dengan rasa syukur atas kemurahan Nya akan kami sampaikan kepada teman-teman mahasiswa yang lain, semoga makalah ini dapat membantu mereka.
Akhirnya kami mengharapkan tanggapan , kritik dan saran dari dosen pengajar dan pembaca, untuk menyempurnakan makalah ini di kemudian hari.
Jakarta, 25 Mei 2010
Penyusun
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii
I : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Organisasi .......................... 1
II : Proses Perubahan Organisasi. ........................................................................ 3
III : Mengapa Ada Pengembangan Organisasi ..................................................... 7
IV : Ciri Pengembangan Organisasi ..................................................................... 10
V : Metode yang dipakai dalam Perubahan dan Pengembangan Organisasi .......11
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Organisasi
Secara garis besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Faktor ekstern,
2. Faktor intern.
Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, sistem penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
Faktor Intern
Faktor intern adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- problem hubungan antar anggota,
- problem dalam proses kerja sama,
- problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dan sebagainya. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesama anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.
Proses Perubahan Organisasi
Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan proses dalam buku organisasi karamgan Gibso Invancevich Donnelly adalah berkenaan dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi tersebut. Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik,maka masalah tidak pernah yang tidak perah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi.
Adapun model organisasi yang akan kita bahas disini ada empat proses prilaku yang nanti akan menyumbangkan prestasi pada organisasi yang effektif. Empat proses tersebut yaitu komunikasi, pengambilan keputusasn, evaluasi prestasi, sosialisasi dan karir.
Model-Model dalam Proses Organisasi
1. Proses Komunikasi
Komunikasi menduduki tempat yang utama karena susunan keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan ditentukan oleh tehnik komonikasi. Dari sudut pandang ini komuikasi adalah suatu proses social yag mempuyai relevansi terluas di dalam memfungsikan setiap kelompok, organisasi atau masyarakat.
Kelangsungan hidup organisasi berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk menerima, menyampaikan, dan meleksanakan komunikasi. Proses organisasi menghubungkan organisasi dengan lingkungannya termasuk bagian-bagiannya. Informasi mengalir ke organisasi dan dari organisasi, termasuk di dalam organisasi itu sendiri.
Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengiriman kepada penerima informasi. Dengan demikian penerimaan informasi harus memahami isi informasi yang di terimanya, sebaliknya apabila penerimaan informasi tidak memahami informasi yang di berikan oleh pemberi informasi berarti tidak terjadi komunikasi yang effektif yang pada akhirnya dapat menimbulkan suatu konflik. Disamping itu apabila komunikasi dipandang sebagai suatu proses, ada tiga elemen pokok yang salig berkaitan yang terdapat pada setiap terjadinya suatu komunikasi, yaitu sender (sumber berita), message(pesan), dan reciver (penerimaan berita). Apabila salah satunya dari ketiga elemen tersebut tidak ada, maka komunikasi tersebut tidak akan terjadi. Untuk itu terdapat delapan unsur pokok di dalam proses komunikasi.
a. Pengiriman atau sumber (sender)
b. Enconding
c. Message
d. Chanel
e. Receiver
f. Recoding
g. Noise
h. Feedback
2. Proses Pengambilan Keputusan
Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi kegiatan kelompok merupakan hak dan kewajiban pucuk pimpinan berupa wewenang dan wewenang itu dapat dilimpahkan.
Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori (berburuk sangka) selalu merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan oprasioal pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :
a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian
b. Melalui analisis data
c. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
d. Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan
e. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru
Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Tetapkan masalah
b. Idntifikasi criteria keputusan
c. Alokasikan bobot pada criteria
d. Kembangkan alternaif
e. Evaluasi alternative
f. Pilih alternative terbaik
3. Proses Evaluasi Prestasi
Prestasi individu menjadi bagian dari prestasi kelompok yang pada gilirannya menjadi bagian dari prestasi organisasi. Tidak ada suatu ukuran atau criteria yang memadai yang dapat mencerminkan prestasi suatu tingkatan.
Proses evaluasi prestasi didalam organisasi menunjukan bahwa prestasi individu, kelompok, dan organisasi adalah suatu hasil atau variabel bergantung dari prilaku organisasi, struktur dan proses. System yang diterapkan untuk mengevaluasi prestasi membantu maksud-maksud seperti penentuan imbalan (upah, promosi, dan alih tugas), identifikasi kebutuhan akan pelatihan (training), penyediaan balikan bagi para pegawai dan lain-lain. Sebenarnya banyak sekali metode yang dapat dimanfaatkan untuk mengevalusi prestasi sehingga merupakan tantangan tersendiri untuk memilih yang terbaik dari yang baik-baik. Dalam melakukan pengevaluasian sebaiknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Maksud dan evaluasi kerja
2. Evaluasi kerja dan evaluasi
3. Apa yang akan di evaluasi
4. Siapa yang seharusnya akan di evaluasi
5. Bagaimaa metodenya
6. Masalah potensial
7. Bagaimana mengatasi masalah
4. Proses Sosialisasi dan Karir
Proses sosialisasi adalah suatu proses dimana kita dapat bergaul dalam suatu komunitas tertentu maka disitulah proses sosialisasi akan terjadi. Sedangkan karir adalah suatu deretan posisi yang di duduki oleh seseorang selama perjalanan usianya.
Individu memasuki organisasi untuk bekerja dan merintis tujuan karir pribadi mereka. Organisasi mempekerjakan individu-individu untuk melaksanakan pekerjaan tertentu yaitu pekerjaan menurut struktur organisasi itu. Jadi kepentingan individu dan organisasi serta tujuannya harus disesuaikan jika keduanya ingin effektif.proses penyadaran individu akan harapan organisasi disebut sosialisasi, pengembangan karir dan sosialisasi adalah dua aktifitas yang saling berkaitan yang memberikan dampak pada prestasi baik prestasi organisasi maupun prestasi individu.
PENGEMBANGAN ORGANISASI
Dalam upaya pengembangan organisasi, manajemen puncak sistem memiliki investasi pribadi dalam program dan hasil-nya.Mereka secara aktif berpartisipasi dalam pengelolaan usaha,bukan berarti mereka harus berpartisipasi dalam kegiatan yang sama seperti orang lain, tetapi tidak berarti bahwa mereka harus memiliki pengetahuan dan komitmen untuk tujuan program dan harus secara aktif mendukung metode yang digunakan untuk mencapai tujuan.Hal ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan kesehatan.
Untuk memahami tujuan pengembangan organisasi, adalah untuk memiliki beberapa gambaran tentang apa yang "ideal" yang efektif, sehat organisasi akan karakteristiknya?meskipun mereka berbeda dalam detail, menunjukkan konsensus kuat dari apa yang.Mari saya mulai dengan definisi saya sendiri.Sebuah organisasi yang efektif adalah satu di mana:Organisasi keseluruhan, signifikan, dan individu mengelola pekerjaan mereka terhadap tujuan dan rencana untuk pencapaian tujuan ini.
APAKAH PENGEMBANGAN ORGANISASI?
Pengembangan Organisasi (OD) adalah proses meningkatkan organisasi. The Proses ini dengan hati-hati direncanakan dan diimplementasikan untuk manfaat organisasi, karyawan dan para stakeholder. Organisasi klien mungkin menjadi seluruh perusahaan lembaga public organisasi non-profit, kelompok relawan - atau sebagian kecil dari sebuah organisasi yang lebih besar.
Proses perubahan mendukung perbaikan organisasi atau kelompok secara keseluruhan. Para klien dan konsultan bekerja sama untuk mengumpulkan data, menentukan masalah dan menentukan program yang sesuai tindakan. Organisasi ini dinilai untuk menciptakan pemahaman mengenai situasi saat ini dan untuk mengidentifikasi peluang untuk perubahan yang akan memenuhi tujuan bisnis. OD berbeda dari konsultasi tradisional karena keterlibatan klien didorong sepanjang seluruh proses. Cara-cara orang berkomunikasi dan bekerja sama dibahas bersamaan dengan atau prosedural masalah teknis yang perlu resolusi.
PENGEMBANGAN ORGANISASI MENGAPA PENTING?
Profitabilitas produktivitas, moral dan kualitas kehidupan kerja menjadi perhatian kepada organisasi-organisasi yang paling karena mereka dampak pencapaian tujuan organisasi. Ada kecenderungan yang semakin meningkat untuk memaksimalkan organisasi investasi dalam karyawan. Pekerjaan yang sebelumnya diperlukan ketangkasan fisik sekarang memerlukan upaya mental lebih. Organisasi perlu "bekerja lebih cerdas" dan menerapkan ide-ide kreatif.
Angkatan kerja juga telah berubah. Karyawan mengharapkan lebih dari hari kerja dari hari membayar cukup. Mereka ingin tantangan, pengakuan, rasa keberhasilan, berharga tugas dan hubungan bermakna dengan manajer dan rekan kerja. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, kinerja menurun. Hari itu permintaan pelanggan terus meningkatkan kualitas, produk atau jasa pengiriman cepat; waktu sekitar cepat turn-perubahan, harga kompetitif dan fitur lain yang terbaik dicapai dalam lingkungan yang kompleks dengan praktek-praktek organisasi yang inovatif. Organisasi yang efektif harus mampu memenuhi hari ini dan besok dan tantangan ini. Adaptasi respon sangat penting untuk bertahan hidup dan berkembang.
BEBERAPA KARAKTERISTIK
UPAYA PENGEMBANGAN ORGANISASI
Paling sukses pengembangan organisasi-upaya sebagai berikut
karakteristik:
1. Ada program yang terencana yang melibatkan seluruh sistem.
2.Bagian atas organisasi menyadari dan berkomitmen untuk program. (Ini tidak berarti bahwa mereka berpartisipasi persis cara yang sama seperti tingkat lain organisasi lakukan, tetapi mereka menerima tanggung jawab untuk manajemen.)
3. Hal ini terkait dengan organisasi misi organisasi upaya pembangunan bukan program untuk meningkatkan efektivitas dalam Rather itu merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas bertujuan khusus
4. Ini adalah upaya jangka panjang. Dalam pengalaman saya sendiri, biasanya paling tidak dua atau tiga tahun adalah diperlukan untuk perubahan organisasi besar akan diterapkan dan utama-
tained. Ini adalah salah satu masalah utama dalam pengembangan organisasi usaha, karena kebanyakan sistem penghargaan berdasarkan mengganjar yang pencapaian jangka pendek "keuntungan" tujuan. Most organization lead- Kebanyakan memimpin organisasi tidak sabar dengan upaya perbaikan yang mengambil waktu diperpanjang. Namun, jika perubahan nyata yang terjadi dan dipertahankan, harus ada mitment untuk perpanjangan waktu, dan kemauan untuk hadiah untuk proses pergerakan menuju tujuan, serta arah yang spesifik pencapaian tujuan jangka pendek.
5. Kegiatan yang berorientasi aksi(Jenis kegiatan intervensi dan di mana organisasi
anggota berpartisipasi ditujukan untuk mengubah sesuatu setelah aktivitas.) Dalam hal ini, kegiatan OD berbeda dari pelatihan lainnya upaya mana kegiatan itu sendiri, seperti kursus atau pelatihan pengelolaan dirancang untuk menghasilkan peningkatan pengetahuan, keterampilan,atau pemahaman, yang kemudian individu seharusnya transfer ke Dalam upaya OD, kelompok membangun pada sambungan dan tindak lanjut kegiatan yang ditujukan terhadap program aksi.
6. Biasanya bergantung pada beberapa bentuk pembelajaran berbasis pengalaman kegiatan.Alasan untuk ini adalah bahwa, jika tujuan adalah untuk mengubah sikap dan / atau suatu jenis belajar diperlukan untuk situasi seperti perubahan terjadi. Orang tidak belajar bermain golf atau mengendarai mobil dengan mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang cara bermain golf atau mengendarai mobil. Maupun dapat satu perubahan gaya manajerial satu atau strategi melalui menerima input pengetahuan baru saja. Hal ini diperlukan untuk memeriksa hadir perilaku, bereksperimen dengan alternatif, dan mulai praktek cara, jika perubahan terjadi.
7. OD upaya terutama bekerja dengan kelompok. Sebuah asumsi yang mendasari adalah bahwa kelompok dan tim adalah dasar organisasi harus diubah atau dimodifikasi sebagai salah satu bergerak menuju keberhasilan.
1. Ciri-ciri pengembangan organisasi yang efektif sebagai berikut :
Strategi terencana
Menekankan cara-cara baru m eningkatkan kinerja
Mengandung nilai humanistik
Menggunakan pendekatan komitmen
Menggunakan pendekatan ilmiah .....
Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1 .Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
MANAJEMEN PERUBAHAN
Dikaitkan dengan konsep ‘globalisasi”, maka Michael Hammer dan James Champy menuliskan bahwa ekonomi global berdampak terhadap 3 C, yaitu customer, competition, dan change. Pelanggan menjadi penentu, pesaing makin banyak, dan perubahan menjadi konstan. Tidak banyak orang yang suka akan perubahan, namun walau begitu perubahan tidak bisa dihindarkan. Harus dihadapi. Karena hakikatnya memang seperti itu maka diperlukan satu manajemen perubahan agar proses dan dampak dari perubahan tersebut mengarah pada titik positif.
Masalah dalam perubahan
Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan. Masalah yang paling sering dan menonjol adalah “penolakan atas perubahan itu sendiri”. Istilah yang sangat populer dalam manajemen adalah resistensi perubahan (resistance to change). Penolakan atas perubahan tidak selalu negatif karena justru karena adanya penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul dipermukaan dalam bentuk yang standar. Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat absensi meningkat, dan lain sebagainya.
Mengapa perubahan ditolak ?
Untuk keperluan analitis, dapat dikategorikan sumber penolakan atas perubahan, yaitu penolakan yang dilakukan oleh individual dan yang dilakukan oleh kelompok atau organisasional.
Resistensi Individual
Karena persoalan kepribadian, persepsi, dan kebutuhan, maka individu punya potensi sebagai sumber penolakan atas perubahan.
KEBIASAAN . Kebiasaan merupakan pola tingkah laku yang kita tampilkan secara berulang-ulang sepanjang hidup kita. Kita lakukan itu, karena kita merasa nyaman, menyenangkan. Bangun pukul 5 pagi, ke kantor pukul 7, bekerja, dan pulang pukul 4 sore. Istirahat, nonton TV, dan tidur pukul 10 malam. Begitu terus kita lakukan sehingga terbentuk satu pola kehidupan sehari-hari. Jika perubahan berpengaruh besar terhadap pola kehidupan tadi maka muncul mekanisme diri, yaitu penolakan.
RASA AMAN
Jika kondisi sekarang sudah memberikan rasa aman, dan kita memiliki kebutuhan akan rasa aman relatif tinggi, maka potensi menolak perubahan pun besar. Mengubah cara kerja padat karya ke padat modal memunculkan rasa tidak aman bagi para pegawai.
FAKTOR EKONOMI
Faktor lain sebagai sumber penolakan atas perubahan adalah soal menurun-nya pendapatan. Pegawai menolak konsep 5 hari kerja karena akan kehilangan upah lembur.
TAKUT AKAN SESUATU YANG TIDAK DIKETAHUI
Sebagian besar perubahan tidak mudah diprediksi hasilnya. Oleh karena itu muncul ketidak pastian dan keraguraguan. Kalau kondisi sekarang sudah pasti dan kondisi nanti setelah perubahan belum pasti, maka orang akan cenderung memilih kondisi sekarang dan menolak perubahan.
PERSEPSI
Persepsi cara pandang individu terhadap dunia sekitarnya. Cara pandang ini mempengaruhi sikap. Pada awalnya program keluarga berencana banyak ditolak oleh masyarakat, karena banyak yang memandang program ini bertentangan dengan ajaran agama, sehingga menimbulkan sikap negatif.
Kebiasaan Rasa Aman Faktor Ekonomi
Ketidakpastian Persepsi
Resistensi Organisasional
Organisasi, pada hakekatnya memang konservatif. Secara aktif mereka menolak perubahan. Misalnya saja, organisasi pendidikan yang mengenal-kan doktrin keterbukaan dalam menghadapi tantangan ternyata merupakan lembaga yang paling sulit berubah. Sistem pendidikan yang sekarang berjalan di sekolah-sekolah hampir dipastikan relatif sama dengan apa yang terjadi dua puluh lima tahun yang lalu, atau bahkan lebih. Begitu pula sebagian besar organisasi bisnis. Terdapat enam sumber penolakan atas perubahan.
Inersia Struktural
Artinya penolakan yang terstrukur. Organisasi, lengkap dengan tujuan, struktur, aturan main, uraian tugas, disiplin, dan lain sebagainya menghasil- kan stabilitas. Jika perubahan dilakukan, maka besar kemungkinan stabilitas terganggu.
Fokus Perubahan Berdampak Luas
Perubahan dalam organisasi tidak mungkin terjadi hanya difokuskan pada satu bagian saja karena organisasi merupakan suatu sistem. Jika satu bagian dubah maka bagian lain pun terpengaruh olehnya. Jika manajemen mengubah proses kerja dengan teknologi baru tanpa mengubah struktur organisasinya, maka perubahan sulit berjalan lancar.
Inersia Kelompok Kerja
Walau ketika individu mau mengubah perilakunya, norma kelompok punya potensi untuk menghalanginya. Sebagai anggota serikat pekerja, walau sebagai pribadi kita setuju atas suatu perubahan, namun jika perubahan itu tidak sesuai dengan norma serikat kerja, maka dukungan individual menjadi lemah.
Ancaman Terhadap Keahlian
Perubahan dalam pola organisasional bisa mengancam keakhlian kelompok kerja tertentu. Misalnya, penggunaan komputer untuk merancang suatu desain, mengancam kedudukan para juru gambar.
ANCAMAN TERHADAP HUBUNGAN KEKUASAAN YANG TELAH MAPAN.
Mengintroduksi sistem pengambilan keputusan partisipatif seringkali bisa dipandang sebagai ancaman kewenangan para penyelia dan manajer tingkat menengah.
Ancaman Terhadap Ancaman Sumber Daya
Kelompok-kelompok dalam organisasi yang mengendalikan sumber daya dengan jumlah relatif besar sering melihat perubahan organisasi sebagai ancaman bagi mereka. Apakah perubahan akan mengurangi anggaran atau pegawai kelompok kerjanya?
Inersia Struktural Dampak Luas Perubahan Inersia Kelompok
Ancaman Keahlian Ancaman Kekuasaan Ancaman Alokasi
Sumberdaya
Taktik Mengatasi Penolakan Atas Perubahan
Coch dan French Jr. mengusulkan ada enam taktik yang bisa dipakai untuk mengatasi resistensi perubahan
1. Pendidikan dan Komunikasi. Berikan penjelasan secara tuntas tentang latar belakang, tujuan, akibat, dari diadakannya perubahan kepada semua pihak. Komunikasikan dalam berbagai macam bentuk. Ceramah, diskusi, laporan, presentasi, dan bentuk-bentuk lainnya.
2. Partisipasi. Ajak serta semua pihak untuk mengambil keputusan. Pimpinan hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator. Biarkan anggota organisasi yang mengambil keputusan
3. Memberikan kemudahan dan dukungan. Jika pegawai takut atau cemas, lakukan konsultasi atau bahkan terapi. Beri pelatihan-pelatihan. Memang memakan waktu, namun akan mengurangi tingkat penolakan.
4. Negosiasi. Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika yang menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat pekerja. Tawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan mereka
5. Manipulasi dan Kooptasi. Manipulasi adalah menutupi kondisi yang sesungguhnya. Misalnya memlintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik, tidak mengutarakan hal yang negatif, sebarkan rumor, dan lain sebagainya. Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan penentang perubahan dalam mengambil keputusan.
6. Paksaan. Taktik terakhir adalah paksaan. Berikan ancaman dan jatuhkan hukuman bagi siapapun yang menentang dilakukannya perubahan.
Pendekatan dalam Manajemen Perubahan Organisasi
Pendekatan klasik yang dikemukaan oleh Kurt Lewin mencakup tiga langkah. Pertama : UNFREEZING the status quo, lalu MOVEMENT to the new state, dan ketiga REFREEZING the new change to make it pemanent . Kalau digambarkan modelnya menjadi seperti di bawah ini.
Restraining Forces
Desire
State REFREEZING
MOVEMENT
Status
Quo UNFREEZING
Driving Forces
Time
Selama proses perubahan terjadi terdapat kekuatan-kekuatan yang mendukung dan yang menolak . Melalui strategi yang dikemukakan oleh Kurt Lewin, kekuatan pendukung akan semakin banyak dan kekuatan penolak akan semakin sedikit.
Unfreezing : Upaya-upaya untuk mengatasi tekanan-tekanan dari kelompok penentang dan pendukung perubahan. Status quo dicairkan, biasanya kondisi yang sekarang berlangsung (status quo) diguncang sehingga orang merasa kurang nyaman.
Movement : Secara bertahap (step by step) tapi pasti, perubahan dilakukan. Jumlah penentang perubahan berkurang dan jumlah pendukung bertambah. Untuk mencapainya, hasil-hasil perubahan harus segera dirasakan.
Refreezing : Jika kondisi yang diinginkan telah tercapai, stabilkan melalui aturan-aturan baru, sistem kompensasi baru, dan cara pengelolaan organisasi yang baru lainnya. Jika berhasil maka jumlah penentang akan sangat berkurang, sedangkan jumlah pendudung makin bertambah.
Hidup ini adalah sebuah diary. Terserah mau menulis apa ke dalam diarimu. Menangis, tertawa, amarah. Apa saja.
Kamis, 27 Mei 2010
Rabu, 12 Mei 2010
Tugas Softskill 9
Pertanyaan :
1. Analisa pernyataan Rita terakhir, "Kami sesungguhnya tidak berkomunikasi secara baik". Apa status komunikasi atasan - bawahan dalam peristiwa ini? Katz dan Khan telah mengidentifikasikan lima tujuan proses atasan - bawahan. Sebutkan tujuan atau maksud proses tersebut yang diabaikan dalam kasus ini !
2.Apakah ada implikasi - implikasi dalam peristiwa (kejadian) ini untuk komunikasi atasan - bawahan dan untuk komunikasi interaktif ?
3. Apa hambatan - hambatan terhadap komunikasi efektif dalam kasus ini ?
Jawab :
1.Status komunikasi dalam kasus ini adalah pemikiran yang setia pada pekerjaannya.
Tujuan proses yang diabaikan dalam kasus ini adalah :
* tidak berkomunikasi dengan baik
* atasan tidak pernah memberi tahukan hal pekerjaannya
* atasan tidak mengetahui kemampuan gagasan cara bawahannya bekerja
* tidak dapat mengetahui keberhasilan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan dan pencapaian produktivitas kerja yang optimal
* tidak dapat mengetahui hasil kerja dari pegawainya.
2.Dalam kasus ini tidak ada implikasinya, karena dalam kasus ini terdapat komunikasi yang kurang baik antara atasan - bawahannya.
3.* komunikasi atasan - bawahan yang kurang efektif
* atasan yang tidak pernah memperhatikan pekerjaan bawahannya
* komunikasi horisontal, komunikasi yang terjadi antarpekerja dalam tingkatan struktur yang sama, biasanya berbentuk gosip, selentingan
* komunikasi nonformal, bisa diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan di luar bentuk formal semacam rapat.
1. Analisa pernyataan Rita terakhir, "Kami sesungguhnya tidak berkomunikasi secara baik". Apa status komunikasi atasan - bawahan dalam peristiwa ini? Katz dan Khan telah mengidentifikasikan lima tujuan proses atasan - bawahan. Sebutkan tujuan atau maksud proses tersebut yang diabaikan dalam kasus ini !
2.Apakah ada implikasi - implikasi dalam peristiwa (kejadian) ini untuk komunikasi atasan - bawahan dan untuk komunikasi interaktif ?
3. Apa hambatan - hambatan terhadap komunikasi efektif dalam kasus ini ?
Jawab :
1.Status komunikasi dalam kasus ini adalah pemikiran yang setia pada pekerjaannya.
Tujuan proses yang diabaikan dalam kasus ini adalah :
* tidak berkomunikasi dengan baik
* atasan tidak pernah memberi tahukan hal pekerjaannya
* atasan tidak mengetahui kemampuan gagasan cara bawahannya bekerja
* tidak dapat mengetahui keberhasilan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan dan pencapaian produktivitas kerja yang optimal
* tidak dapat mengetahui hasil kerja dari pegawainya.
2.Dalam kasus ini tidak ada implikasinya, karena dalam kasus ini terdapat komunikasi yang kurang baik antara atasan - bawahannya.
3.* komunikasi atasan - bawahan yang kurang efektif
* atasan yang tidak pernah memperhatikan pekerjaan bawahannya
* komunikasi horisontal, komunikasi yang terjadi antarpekerja dalam tingkatan struktur yang sama, biasanya berbentuk gosip, selentingan
* komunikasi nonformal, bisa diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan di luar bentuk formal semacam rapat.
Selasa, 27 April 2010
Tugas Softskill 8
Pertanyaan :
1). jelaskan mengapa pendelegasian wewenang merupakan kunci dari organisasi ?
2). Mengapa atasan tidak mau mendelegasikan wewenang kepada bawahnya dan mengapa pula bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasannya ?
3). Mengapa taggung jawab tidak dapat didelegasikan ? Jelaskan ?
4). Menurut Sumbernya kekekuasaan itu terbagi 6 ? Sebutkan dan jelaskan ?
JAWAB :
1) agar bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi tersebut.
2) A). Atasan tidak mendelegasikan :
- Adanya kecenderungan pada manusia untuk ingin melaksanakan hal-hal tertentu secara pribadi.
- Perasaan takut untuk di publikasikan atau Ekspose.
- Sikap atau pandangan bahwa pihak bawahan tidak mampu menggunakan wewenang dengan tepat.
B). bawahan tidak mau menerima Delegasi :
- Keengganan untuk menanggung risiko
- adanya rasa takut setelah delegasi tidak sesuai apa yang diharapkan.
3) setiap deleget yang telah menerima wewenang, tetap harus mempertanggungjawabkannya kepada delegator, penanggung jawab terakhir tetap berada di tangan delegator.
4)a). Reward Power
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya
b). Coercive Power
Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power
c). Legitimate Power
Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu
d). Expert Power
Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang
e). Referent Power
kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut
1). jelaskan mengapa pendelegasian wewenang merupakan kunci dari organisasi ?
2). Mengapa atasan tidak mau mendelegasikan wewenang kepada bawahnya dan mengapa pula bawahan tidak mau menerima pendelegasian dari atasannya ?
3). Mengapa taggung jawab tidak dapat didelegasikan ? Jelaskan ?
4). Menurut Sumbernya kekekuasaan itu terbagi 6 ? Sebutkan dan jelaskan ?
JAWAB :
1) agar bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi tersebut.
2) A). Atasan tidak mendelegasikan :
- Adanya kecenderungan pada manusia untuk ingin melaksanakan hal-hal tertentu secara pribadi.
- Perasaan takut untuk di publikasikan atau Ekspose.
- Sikap atau pandangan bahwa pihak bawahan tidak mampu menggunakan wewenang dengan tepat.
B). bawahan tidak mau menerima Delegasi :
- Keengganan untuk menanggung risiko
- adanya rasa takut setelah delegasi tidak sesuai apa yang diharapkan.
3) setiap deleget yang telah menerima wewenang, tetap harus mempertanggungjawabkannya kepada delegator, penanggung jawab terakhir tetap berada di tangan delegator.
4)a). Reward Power
kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya
b). Coercive Power
Kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power
c). Legitimate Power
Legitimate Power atau Kekuasaan yang Sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu
d). Expert Power
Kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang
e). Referent Power
kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang diharapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut
Rabu, 21 April 2010
Kesankan Yang Baik Kepada Orang Lain
Tulisan ini merupakan renungan yang cukup lama dan berada diantara sadar dan tidak,percaya dan tidak,senang dan tidak senang.Renungan yang terilhami oleh substansi sabda Rasulullah s.a.w yang realistis dan mengagumkan,yaitu bahwa kesan orang kepada kita adalah kita sendiri yang menentukannya.
Sadar,karena merupakan fakta tak terbantahkan.Tidak sadar karena sering terbawa emosi sehingga mengabaikannya.Senang,karena menghasilkan kesuksesan menggembirakan.Tidak senang,karena ketidakmampuan mengolah ‘senjata’ ampuh ini.Konkritnya,Si Polan misalnya setiap bertemu dengan anda cemberut.Di kantor,di supermarket,di jalan bahkan di tempat pestapun cemberut,berarti Si Polan telah membuat cetakan dalam benak anda,bahwa setiap orang cemberut pasti akan mengingatkan anda kepada Si Polan.Begitu sebaliknya,ketika Si Polan setiap bertemu anda tersenyum,berarti telah membuat cetakan yang akan mengingatkan anda kepadanya setiap kali anda melihat orang tersenyum.
Realita ini nyaris tidak disadari banyak orang kecuali sedikit dari mereka yang menggeluti sikologi komunikasi.Hampir semua orang memahami,bahwa tabiat manusia lebih senang kepada senyum daripada cemberut.Lebih senang dipuji daripada direndahkan.Namun banyak yang kurang menyadarinya sehingga lebih sering terbawa emosi,dan cemberut setiap kali mendapatkan atau menghadapi sesuatu yang tidak disukainya.Mereka lupa bahwa senyum kita,meski lebih disukai banyak orang,namun belum tentu menyenangkan setiap orang.
Satu hal tak terbantahkan dan hendaknya menjadi renungan,bahwa cemberut tidak kita senangi.Jalan Macet dan kendaraan jalannya tersendat lalu anda menggerutu,mengumpat menyesali dan seribu satu emosi anda ungkapkan.
Percaya,ketidaknyamanan yang anda rasakan tidak melebihi ketidaknyamanan orang lain,dan kenyamanan yang dirasa oleh orang lain juga tidak melebihi kenyamanan yang anda rasakan.Setiap orang merasakan sesuatu yang akan dinilainya berbeda dengan pernilaian orang lain.Orang yang menganggap sebagai yang tidak nyaman,karena ia beratensi dan memikirkannya.Begitu sebaliknya,yang menganggap sebagai sesuatu yang nyaman karena ia menikmatinya.
Teringat akan outobiography seorang Immanuel Kant,filosof dari jerman.Syaikh Ali Thanthawiy—rahimathullah—menuturkan dalam karyanya “Shuwar wa khawatir” sebagai berikut : Immanuel bertetangga dengan seorang yang memiliki ayam jago.Entah sengaja atau secara kebetulan,ayam jago itu di tempatkan di lantai atas,tepat bersebrangan dengan ruang kerja Immanuel Kant.Setiap kali akan memulai bekerja,ayam jago itu berkokok sehingga dirasa mengganggu konsentrasinya.
Emmanuel Kant mencari akal mengatasinya.Ia pun kemudian memanggil pelayannya,seraya mengatakan :”Aku merasa terganggu oleh suara ayam jago tetangga setiap kali aku akan bekerja.Cobalah engkau ke tetangga,katakan kepadanya berapa harga ayam jagonya dan kita beli,kemudian engkau masak dan kita makan bersama.Aku akan mengundang beberapa kawan untuk dating dan makan bersama kita.Mudah-mudahan aku akan lebih baik dalam berkonsentrasi.”
Pelayan kemudian melaksanakan perintah sang majikan.Ketika tetangga pemilik ayam jago mengatakan tidak akan menjualnya,pelayan kemudian berinisiatip pergi ke pasar dan membeli seekor ayam jago sebagai pengganti.Usai masak,ketika menghidangkan sang pelayan mengatakan kepada majikannya : “Tuan,tadi saya sudah ke tetangga dan menyampaikan niat untuk membeli ayam jagonya,namun tetangga tidak menjualnya.Saya berpikir tuan ingin makan daging ayam,jadi saya pergi ke pasar dan membeli ayam jago,dan inilah hasil masakannya.”
Saat tengah menyantap masakan yang terhidang,ayam jago itu terus berkokok dengan lengkingan suaranya yang keras.
Yang terbaca dengan jelas,Emmanuel Kant dirundung rasa tidak nyaman oleh lengkingan suara ayam jago.Sebenarnya,yang membuat tidak nyaman adalah dirinya sendiri,bukan lengkingan suara ayam jago.Kalau dia berusaha untuk menghilangkan lengkingan suara ayam jago dengan menyembelihnya,maka akan muncul seribu satu suara ayam jago yang lain.Sebab dunia ini penuh dengan ayam jago,alias tidak hanya satu ekor saja.Kalaupun dapat menghentikan lengkingan suara ayam jago tetangga,maka akan muncul lengkingan suara ayam jago lainnya.Kalaupun kita tidak mampu menghilangkan ayam jago dari muka bumi,mengapa kita tidak hilangkan saja dari benak kita ? Kalau kita tidak dapat menyumbat mulut ayam jago yang terus berkokok,mengapa tidak kita menyumbat saja telinga kita ? Kalau kita tidak mampu membuat segala yang ada sesuai dengan keinginan kita,mengapa tidak kita sesuaikan keinginan kita dengan realita yang ada atau menghindar darinya ? Betapa bijaknya kata-kata mutiara yang terlantun seperti ini : “Jika waktu tak memberimu apa yang kamu harapkan , maka jangan memusuhinya.”
Analog dengan hal itu,siapa saja tidak akan pernah lapang dada menghadapi sesuatu yang menjengkelkan,selama dalam benaknya terus memikirkan siapa yang menyakitinya.Selamanya orang atau kelompok tidak akan pernah bersatu,selama yang dipikirkan adalah perbedaan demi menjaga “Kepentingan”. Dari sini Nampak jelas bahwa ketika seseorang diremehkan,dihina,atau dicaci maki hingga merasa “Sakit Hati” kepada yang menghina , sebenarnya yang sakit adalah pikirannya dan bukan hatinya.Mengapa ? Karena ia memikirkannya.
Betapa banyak orang yang terkecoh dalam upaya mendapatkan kebahagiaan. Mencarinya pada tempat yang jauh,padahal ia sangat dekat. Ia ada di tangan kita,namun mencarinya pada orang lain. Berusaha menghindar dari kesalahan,justru melakukan kesalahan dan bahkan dosa-dosa lain. Lebih dari itu, tidak sedikit yang melakukan kesalahan,dengan alasan yang lebih buruk dari perbuatannya. Menghadapi masalah kecil,melakukan masalah yang lebih besar. Sumpek menghadapi keadaan , memeras otak mencari pelampiasan yang tidak karuan. Hadapi setiap masalah pada batasnya.Hadapi ‘ Kenegatifan ‘dalam benak dengan mengalihkan kepada ‘ Kepositifan ‘ pikiran dan tindakan.
Di sini terlihat betapa pentingnya kita harus memanage emosi ,mengendalikannya secara rapi dan teratur, meski menghadapi kenyataan yang kurang menyenangkan.Secara khusus bila kita bekerja di bawah sebuah manajemen yang di dalamnya terdapat seribu satu tipikal manusia dan emosinya yang beragam yang tidak kecil kemungkinan bermunculan ejekan,apakah terhadap hasil kerja atau bahkan mengejek bentuk fisik.Tidak perlu memaksakan kehendak,tidak pula merasa ‘dirinya’ yang terbaik, dan jangan sekali-kali meremehkan pendapat orang lain apalagi merendahkannya.
Realita seperti ini mengingatkan kita bagaimana baginda Rasulullah s.a.w mengajari para sahabat untuk mengesankan kepositifan dari pada kenegatifan, mengedepankan pujian (tidak berlebihan dan bukan untuk mencari muka) dari pada penghinaan dan menampakkan kebaikan kepada orang lain daripada keburukan.
Secara umum,manusia menyukai orang yang memberi perhatian terhadap orang lain.Namun sangat disayangkan , sarana efektif , mudah dan murah untuk mengambil hati ini sering diplesetkan dan disalahartikan. Kebiasaan umum member perhatian hanya kepada pejabat,orang-orang terhormat,sukses,kaya,berilmu atau yang memberikan keuntungan material saja,bertentangan dengan tuntunan Rasulullah s.a.w.
Fakta lain yang tak terbantahkan , manusia lebih menyukai orang yang mau membantu menyelesaikan problem atau masalah yang tengah dihadapinya.Secara umum, mereka tidak membutuhkan kata-kata “Kamu seharusnya bagini, kamu seharusnya begitu, dan mengetahui hal ini.”dan seterusnya .Hal seperti ini tidaklah penting.Yang penting adalah bagaimana membantu meringankan mereka, secara khusus yang berkenaan dengan materi.
“Gembirakan dengan kata-kata kalau tak mampu menggembirakan keadaan.” Benar,bahwa mengesankan yang baik kepada orang lain demi kebaikan adalah salah satu kunci keberhasilan Rasulullah s.a.w membangun masyarakat, bangsa dan Negara dalam kurun waktu relative singkat, disamping penegakan hukum dan aturan yang tegas.Beliau s.a.w tidak akan pernah memaafkan apapun bentuk kesalahan social yang dilakukan oleh siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun,namun selalu memaafkan kesalahan yang bersifat pribadi. Apapun bentuk kesakitan yang ditimpakan kepada beliau s.a.w dan oleh siapapun,selalu dimaafkannya selama tidak melanggar hukum-hukum Allah s.w.t atau hal-hal yang bersifat dosa.
Jika saja para pegawai khususnya pegawai pemerintah tahu dan menyadari bahwa puncak interaksi dengan masyarakat adalah ketika mereka bekerja demi membantu menyelesaikan berbagai hajat manusia,maka niscaya mereka akan meraih hal tertinggi dalam berinteraksi. Andaikan semua orang paham dan memahami ajaran Islam dan mau melaksanakannya, maka pasti akan lahir masyarakat yang penuh keteladanan , yang klimaknya adalah merealisasikan syariat Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam , dan inilah yang kita harapkan.
Sadar,karena merupakan fakta tak terbantahkan.Tidak sadar karena sering terbawa emosi sehingga mengabaikannya.Senang,karena menghasilkan kesuksesan menggembirakan.Tidak senang,karena ketidakmampuan mengolah ‘senjata’ ampuh ini.Konkritnya,Si Polan misalnya setiap bertemu dengan anda cemberut.Di kantor,di supermarket,di jalan bahkan di tempat pestapun cemberut,berarti Si Polan telah membuat cetakan dalam benak anda,bahwa setiap orang cemberut pasti akan mengingatkan anda kepada Si Polan.Begitu sebaliknya,ketika Si Polan setiap bertemu anda tersenyum,berarti telah membuat cetakan yang akan mengingatkan anda kepadanya setiap kali anda melihat orang tersenyum.
Realita ini nyaris tidak disadari banyak orang kecuali sedikit dari mereka yang menggeluti sikologi komunikasi.Hampir semua orang memahami,bahwa tabiat manusia lebih senang kepada senyum daripada cemberut.Lebih senang dipuji daripada direndahkan.Namun banyak yang kurang menyadarinya sehingga lebih sering terbawa emosi,dan cemberut setiap kali mendapatkan atau menghadapi sesuatu yang tidak disukainya.Mereka lupa bahwa senyum kita,meski lebih disukai banyak orang,namun belum tentu menyenangkan setiap orang.
Satu hal tak terbantahkan dan hendaknya menjadi renungan,bahwa cemberut tidak kita senangi.Jalan Macet dan kendaraan jalannya tersendat lalu anda menggerutu,mengumpat menyesali dan seribu satu emosi anda ungkapkan.
Percaya,ketidaknyamanan yang anda rasakan tidak melebihi ketidaknyamanan orang lain,dan kenyamanan yang dirasa oleh orang lain juga tidak melebihi kenyamanan yang anda rasakan.Setiap orang merasakan sesuatu yang akan dinilainya berbeda dengan pernilaian orang lain.Orang yang menganggap sebagai yang tidak nyaman,karena ia beratensi dan memikirkannya.Begitu sebaliknya,yang menganggap sebagai sesuatu yang nyaman karena ia menikmatinya.
Teringat akan outobiography seorang Immanuel Kant,filosof dari jerman.Syaikh Ali Thanthawiy—rahimathullah—menuturkan dalam karyanya “Shuwar wa khawatir” sebagai berikut : Immanuel bertetangga dengan seorang yang memiliki ayam jago.Entah sengaja atau secara kebetulan,ayam jago itu di tempatkan di lantai atas,tepat bersebrangan dengan ruang kerja Immanuel Kant.Setiap kali akan memulai bekerja,ayam jago itu berkokok sehingga dirasa mengganggu konsentrasinya.
Emmanuel Kant mencari akal mengatasinya.Ia pun kemudian memanggil pelayannya,seraya mengatakan :”Aku merasa terganggu oleh suara ayam jago tetangga setiap kali aku akan bekerja.Cobalah engkau ke tetangga,katakan kepadanya berapa harga ayam jagonya dan kita beli,kemudian engkau masak dan kita makan bersama.Aku akan mengundang beberapa kawan untuk dating dan makan bersama kita.Mudah-mudahan aku akan lebih baik dalam berkonsentrasi.”
Pelayan kemudian melaksanakan perintah sang majikan.Ketika tetangga pemilik ayam jago mengatakan tidak akan menjualnya,pelayan kemudian berinisiatip pergi ke pasar dan membeli seekor ayam jago sebagai pengganti.Usai masak,ketika menghidangkan sang pelayan mengatakan kepada majikannya : “Tuan,tadi saya sudah ke tetangga dan menyampaikan niat untuk membeli ayam jagonya,namun tetangga tidak menjualnya.Saya berpikir tuan ingin makan daging ayam,jadi saya pergi ke pasar dan membeli ayam jago,dan inilah hasil masakannya.”
Saat tengah menyantap masakan yang terhidang,ayam jago itu terus berkokok dengan lengkingan suaranya yang keras.
Yang terbaca dengan jelas,Emmanuel Kant dirundung rasa tidak nyaman oleh lengkingan suara ayam jago.Sebenarnya,yang membuat tidak nyaman adalah dirinya sendiri,bukan lengkingan suara ayam jago.Kalau dia berusaha untuk menghilangkan lengkingan suara ayam jago dengan menyembelihnya,maka akan muncul seribu satu suara ayam jago yang lain.Sebab dunia ini penuh dengan ayam jago,alias tidak hanya satu ekor saja.Kalaupun dapat menghentikan lengkingan suara ayam jago tetangga,maka akan muncul lengkingan suara ayam jago lainnya.Kalaupun kita tidak mampu menghilangkan ayam jago dari muka bumi,mengapa kita tidak hilangkan saja dari benak kita ? Kalau kita tidak dapat menyumbat mulut ayam jago yang terus berkokok,mengapa tidak kita menyumbat saja telinga kita ? Kalau kita tidak mampu membuat segala yang ada sesuai dengan keinginan kita,mengapa tidak kita sesuaikan keinginan kita dengan realita yang ada atau menghindar darinya ? Betapa bijaknya kata-kata mutiara yang terlantun seperti ini : “Jika waktu tak memberimu apa yang kamu harapkan , maka jangan memusuhinya.”
Analog dengan hal itu,siapa saja tidak akan pernah lapang dada menghadapi sesuatu yang menjengkelkan,selama dalam benaknya terus memikirkan siapa yang menyakitinya.Selamanya orang atau kelompok tidak akan pernah bersatu,selama yang dipikirkan adalah perbedaan demi menjaga “Kepentingan”. Dari sini Nampak jelas bahwa ketika seseorang diremehkan,dihina,atau dicaci maki hingga merasa “Sakit Hati” kepada yang menghina , sebenarnya yang sakit adalah pikirannya dan bukan hatinya.Mengapa ? Karena ia memikirkannya.
Betapa banyak orang yang terkecoh dalam upaya mendapatkan kebahagiaan. Mencarinya pada tempat yang jauh,padahal ia sangat dekat. Ia ada di tangan kita,namun mencarinya pada orang lain. Berusaha menghindar dari kesalahan,justru melakukan kesalahan dan bahkan dosa-dosa lain. Lebih dari itu, tidak sedikit yang melakukan kesalahan,dengan alasan yang lebih buruk dari perbuatannya. Menghadapi masalah kecil,melakukan masalah yang lebih besar. Sumpek menghadapi keadaan , memeras otak mencari pelampiasan yang tidak karuan. Hadapi setiap masalah pada batasnya.Hadapi ‘ Kenegatifan ‘dalam benak dengan mengalihkan kepada ‘ Kepositifan ‘ pikiran dan tindakan.
Di sini terlihat betapa pentingnya kita harus memanage emosi ,mengendalikannya secara rapi dan teratur, meski menghadapi kenyataan yang kurang menyenangkan.Secara khusus bila kita bekerja di bawah sebuah manajemen yang di dalamnya terdapat seribu satu tipikal manusia dan emosinya yang beragam yang tidak kecil kemungkinan bermunculan ejekan,apakah terhadap hasil kerja atau bahkan mengejek bentuk fisik.Tidak perlu memaksakan kehendak,tidak pula merasa ‘dirinya’ yang terbaik, dan jangan sekali-kali meremehkan pendapat orang lain apalagi merendahkannya.
Realita seperti ini mengingatkan kita bagaimana baginda Rasulullah s.a.w mengajari para sahabat untuk mengesankan kepositifan dari pada kenegatifan, mengedepankan pujian (tidak berlebihan dan bukan untuk mencari muka) dari pada penghinaan dan menampakkan kebaikan kepada orang lain daripada keburukan.
Secara umum,manusia menyukai orang yang memberi perhatian terhadap orang lain.Namun sangat disayangkan , sarana efektif , mudah dan murah untuk mengambil hati ini sering diplesetkan dan disalahartikan. Kebiasaan umum member perhatian hanya kepada pejabat,orang-orang terhormat,sukses,kaya,berilmu atau yang memberikan keuntungan material saja,bertentangan dengan tuntunan Rasulullah s.a.w.
Fakta lain yang tak terbantahkan , manusia lebih menyukai orang yang mau membantu menyelesaikan problem atau masalah yang tengah dihadapinya.Secara umum, mereka tidak membutuhkan kata-kata “Kamu seharusnya bagini, kamu seharusnya begitu, dan mengetahui hal ini.”dan seterusnya .Hal seperti ini tidaklah penting.Yang penting adalah bagaimana membantu meringankan mereka, secara khusus yang berkenaan dengan materi.
“Gembirakan dengan kata-kata kalau tak mampu menggembirakan keadaan.” Benar,bahwa mengesankan yang baik kepada orang lain demi kebaikan adalah salah satu kunci keberhasilan Rasulullah s.a.w membangun masyarakat, bangsa dan Negara dalam kurun waktu relative singkat, disamping penegakan hukum dan aturan yang tegas.Beliau s.a.w tidak akan pernah memaafkan apapun bentuk kesalahan social yang dilakukan oleh siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun,namun selalu memaafkan kesalahan yang bersifat pribadi. Apapun bentuk kesakitan yang ditimpakan kepada beliau s.a.w dan oleh siapapun,selalu dimaafkannya selama tidak melanggar hukum-hukum Allah s.w.t atau hal-hal yang bersifat dosa.
Jika saja para pegawai khususnya pegawai pemerintah tahu dan menyadari bahwa puncak interaksi dengan masyarakat adalah ketika mereka bekerja demi membantu menyelesaikan berbagai hajat manusia,maka niscaya mereka akan meraih hal tertinggi dalam berinteraksi. Andaikan semua orang paham dan memahami ajaran Islam dan mau melaksanakannya, maka pasti akan lahir masyarakat yang penuh keteladanan , yang klimaknya adalah merealisasikan syariat Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam , dan inilah yang kita harapkan.
Ucapkanlah Terima Kasih

Kita semua senang bila orang menghargai kita dan pekerjaan yang kita lakukan. Di banyak kantor, kita sering melihat orang-orang memamerkan kartu ucapan terima kasih dari pimpinan mereka, sepucuk surat khusus dari konsumen, atau selembar sertifikat penghargaan (yang mungkin umurnya sudah sangat tua). Hargailah pekerjaan!
Ucapkan terima kasih pada anggota tim anda. Berikan penghargaan atas keberhasilan dan prestasi mereka. Sampaikan terima kasih bila mereka berhasil melakukan kemajuan. Anda bisa melakukannya secara empat mata, secara terbuka, dalam bentuk tertulis, atau dengan cara-cara yang begitu kreatif. Orang-orang yang hasil kerjanya dihargai kemungkinan besar hasil kerjanya akan semakin baik juga.
Memperlihatkan sikap menghargai berarti menunjukkan apa yang anda inginkan dan apa yang menurut anda penting dilakukan. Tanpa umpan balik semacam itu, karyawan anda mungkin akan keliru menafsirkan apa yang bisa diterima atau dinilai tinggi.
Riset menunjukkan bahwa manusia haus akan penghargaan. Jika menerima pujian tulus atau apa yang berhasil dilakukan dengan baik, mereka tidak hanya merasa dihargai secara batiniah, tetapi juga membuahkan kebanggan tersendiri di kalangan keluarga dan teman-temannya. Hal ini akan meningkatkan penghargaan mereka pada anda sebagai pemimpin. Siklus itu lalu akan terus-menerus mempertahankan semangat. Sekali suatu tingkat penghargaan atas prestasi diberikan, karyawan akan bertindak dan berusaha mempertahankan citra yang telah berhasil mereka ciptakan. (RFM4)
- Kapankah Anda terakhir kali mengucapkan terima kasih pada seseorang dalam jajaran staff Anda?
- Kapankah Anda terakhir kali memuji seseorang dengan tulus atas keberhasilannya menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik?
- Hari ini siapakah yang menurut Anda harus mendapat pujian?
Hidup Adalah Anugerah
Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Dikirim oleh Karel Mandey
Dengan pengeditan seperlunya
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Dikirim oleh Karel Mandey
Dengan pengeditan seperlunya
10 Kualitas Pribadi yang Disukai
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung
Langganan:
Postingan (Atom)