Senin, 19 Juli 2010

Adakah Kau Mengerti?

Sungguh tidak mudah menghadapimu akhir-akhir ini
Dan aku yakin sekali kau merasakan yang sama denganku
Mungkin kepalamu terasa mau meledak mendengar rengekan-rengekanku
Mungkin kau juga setengah mati menahan mulutmu untuk tidak memaki demi mendengarkan ocehan-ocehanku

Aku juga lelah seperti ini
Tapi aku tidak merasa nyaman dengan sikapmu

Sayang...
Tolong palingkan wajahmu dari dia
Kau bilang kau sudah memilih aku
Tolong tatap aku saja
Aku saja sayang

Bukan sehari dua hari aku kenal kamu
Aku tau pikiranmu tengah terbelah
Tapi dia bukan siapa-siapa
Jadi tolong tidak usah menguatirkan dia

Sungguh dia tidak kenapa-kenapa
Dunianya tidak tamat hanya karena kamu menjauhinya
Jadi stop memikirkan dia
Dia baik-baik saja
Dan dia sudah dewasa
Sudah tahu harus bersikap

Sudah sering aku katakan
Aku akan mempertahankanmu mati-matian
Semampuku
Tapi apa daya saat ini aku hanya hantu

Aku hanya bisa berharap padamu
Hanya padamu
Kau tidak memikirkannya lagi
Di hatimu ada aku saja
Dan berhentilah merasa bersalah karena menjauhinya

Bila tidak sekarang kau berhenti
Aku tidak yakin kamu mampu menolak dia

Dengan bangga aku mengatakan
Cuma aku yang mencintaimu apa adanya
Cuma aku yang menyerahkan hati bulat-bulat padamu
Cuma aku pilihan terbaik yang pernah ada di depanmu
Jadi jangan pernah kau sia-siakan

Denganku hidupmu akan jauh lebih baik
Aku memang tidak bisa memberikan garansi seperti ketika kau membeli kulkas
Tapi aku berjanji
Demi nama kedua orang tuaku aku berjanji membahagiakanmu

Lantas, masihkah kau terus memikirkan dia sayang?
Masihkah kau rela sebagian pikiranmu terbebani dengan memikirkan dia?

Jangan sayang..
Di sini di dalam hati aku punya cinta yang indah sekali untukmu
Yang bahkan tidak pernah aku persembahkan untuk orang sebelum kamu

Jadi sayang, jangan menoleh lagi ya?
Ada aku di sini untukmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar